Senin, 18 Juli 2016

Penipuan Undangan Wawancara Kerja

Banyaknya pencari kerja yang mencari kerja dengan mengirimkan lamaran mereka ke berbagai perusahaan, dimanfaatkan para oknum tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, mereka leluasa untuk mencari korban yang dapat mereka tipu.

Penipuan yang hingga hari ini masih sangat marak dan banyak orang yang masih terjebak adalah Penipuan Undangan Wawancara Kerja.

Cara yang dilakukan Oknum Penipu cukup sederhana :
Para oknum penipu akan berpura-pura berasal dari sebuah perusahaan terkenal, tempat di mana pencari kerja pernah mengirimkan lamaran mereka. Oknum ini akan mengirimkan surat panggilan wawancara kepada pencari kerja, dan menginformasikan kalau mereka memenuhi kualifikasi perusahaan sehingga diminta untuk mengikuti proses wawancara.

Wawancara biasanya dilakukan di luar kota sang pencari kerja, sehingga untuk itu mereka harus pergi ke sana dengan menggunakan transportasi dan menginap. Dengan alasan efisiensi, maka "Peserta Wawancara" biasanya dimintai untuk mengirimkan uang tiket transportasi dan hotel agar "Panitia" membantu mem-booking-kannya. Biasanya tanpa sadar (karena terlalu percaya dengan "nama besar" perusahaan yang mengundang wawancara kerja, "Peserta Wawancara" tanpa pikir panjang mentransfer sejumlah uang ke rekening yang diinformasikan.

Sudah barang tentu Anda tahu akhirnya: Uang hilang, panggilan wawancara pun hanya bohongan.

Memang cara demikian sangat menyakitkan dan merugikan peserta.

Karena itulah, ada baiknya Anda waspada ketika menerima undangan wawancara kerja.Jika wawancara akan dilakukan di luar kota tempat Anda tinggal, hanya ada 2 kemungkinan :
1. Jika perusahaannya perusahaan menengah, biasanya biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sendiri oleh peserta.
2. Jika perusahaan yang memanggil wawancara adalah perusahaan besar atau bonafit, dan posisi yang ditawarkan terbilang cukup tinggi, biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung perusahaan tersebut.

Apabila Anda diminta untuk mentransfer sejumlah uang, jangan diterima. Sudah dipastikan bentuk penipuan.

Anda mungkin bertanya : Bagaimana sang penipu tahu nama dan alamat Anda? Bagaimana mereka bisa tahu kalau Anda mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut?

Sebenarnya banyak kemungkinan. Bisa jadi mereka bisa meng-hack database perusahaan tanpa diketahui perusahaan tersebut. Atau bisa jadi lamaran Anda pernah terbaca oleh salah seorang penipu waktu Anda sedang memfoto kopi surat lamaran. Atau bahkan bisa jadi Si Penipu mengirimkan undangan secara acak (dengan asumsi, biasanya Pencari Kerja mengirimkan banyak lamaran, dan mereka sendiri tidak ingat ke perusahaan mana saja mereka pernah kirim). Informasi yang mereka dapatkan bisa dari mana saja : Foto kopi Kartu Identitas / Kartu Pelajar yang tercecer, lembar aplikasi yang tidak dimusnahkan oleh perusahaan tempat Anda pernah diwawancara sebelumnya, dan lain sebagainya.

Kiranya informasi ini dapat membantu Anda.


Selasa, 03 Mei 2016

Penipuan Ngajak Nikah

Para Hawa yang masih single dan sudah berusia di atas 30 tahun, waspadalah... !!!! Karena saat ini Anda sedang jadi incaran pria-pria tidak bertanggung jawab yang siap menguras seluruh harta yang Anda miliki.

Ya... sepertinya saat ini sedang jadi tren di mana banyak pria yang berpura-pura mengajak wanita menikah, lalu menguras harta sang wanita, dan kabur. Cukup miris juga saat membaca banyak kasus yang menimpa wanita, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara lain, terutama di Singapura dan Malaysia.

Kronologis modus penipuan yang biasa dilakukan para pria kurang ajar ini adalah seperti berikut :
Sang pria biasanya adalah pria berusia muda dan berwajah tampan. Dia membuat akun di berbagai media sosial dan sering mengunduh foto-fotonya saat sedang ke luar negeri, punya mobil mewah, apartemen megah, dan lain-lain. Pokoknya dia menunjukkan dirinya sebagai orang yang sangat kaya. Dia kemudian mulai menjalin pertemanan di media dan jejaring sosial dengan para wanita yang statusnya masih "single".

Tentu saja dengan perawakannya yang tampan, sopan, dan kaya-raya, dapat dengan cepat memikat kaum wanita. Apabila ada yang merespon ajakan pertemannya ke arah yang lebih serius, barulah si pria ini menunjukkan gelagat yang tidak baik.

Dia akan meminta alamat rumah wanita itu, dan mulai rajin ke rumahnya. Di awal-awal pertemuan, tentu sang pria akan bersikap sopan. Tapi setelah mereka mulai ke arah serius, si pria langsung mengajak wanita ini menikah. Tentu ajakan yang sangat mendadak ini pastilah mengejutkan. Nah, kalau wanita tersebut sudah sangat ingin menikah, begitu diajak, seringkali tidak pikir panjang dan langsung mengiyakan.

Setelah ajakan menikahnya ditanggapi, si pria ini mulai berani meminjam uang, kendaraan, dan segala fasilitas yang dimiliki sang wanita. Bahkan perhiasannya pun dipinjam (untuk keperluan mendanai biaya menikah, katanya). Tentu wanita itu akan setuju-setuju saja, karena sudah terbuai rayuan sang pria yang akan menikahinya.

Tanpa disadari sang wanita, sedikit demi sedikit hartanya berpindah tangan ke pria itu. Dan setelah sang wanita tidak punya apa-apa lagi, sang pria pun menghilang.

Mungkin kedengarannya seperti drama sinetron, tapi faktanya inilah yang terjadi. Banyak wanita yang tidak melaporkan kasus ini ke polisi, karena tidak ada pasal kejahatan yang bisa disangkalkan pada pelaku. Lagian sang wanita memberikan semua hartanya dengan iklas, jadi sang pria tidak bisa dibilang "menipu".

Karena itu, Para Wanita waspadalah .... !!! Jangan mudah tergoda rayuan para pria yang baru sebentar kenal sudah mengajak menikah. Meski Anda memang sudah sangat ingin menikah, tetapi ada baiknya Anda mempelajari dulu latar belakang pria tersebut. Karena jika dia sampai menipu harta Anda habis-habisan, Anda tidak akan bisa menuntutnya.


Scam Permintaan Rekening Bank dari Perusahaan

Jika Anda tiba-tiba menerima sebuah e-mail dari Customer atau Klien (tanpa informasi verbal sebelumnya) yang meminta informasi nomer rekening perusahaan, berhati-hatilah...!! Bisa jadi sedang diintai untuk menjadi calon korban hacker.


Belakangan ini, kembali marak penipuan di mana para hacker - yang berpura-pura sebagai karyawan di sebuah perusahaan tertentu - meminta nomer rekening perusahaan Kolega atau Rekanan. Alasannya bisa macam-macam : validasi data perusahaan, input data base, aktualisasi data supplier, dan lain-lain. Isi e-mail mereka sangat meyakinkan, sehingga Anda bisa diyakinkan kalau pengirim adalah orang yang benar-benar bekerja di perusahaan yang Anda kenal itu.

Selain meminta nomer rekening, mereka pun biasanya juga meminta Anda melampirkan NPWP, TDP, dan SIUP sebagai referensi.

Tanpa Anda sadari, semua data informasi itu ternyata digunakan oleh sang pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit ke Bank. Caranya?

Sudah jelas : Data-data yang diperoleh akan dimanipulasi sedemikian rupa dan dibuat seolah-olah milik si pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit usaha ke bank. Ada beberapa bank yang pengecekannya tidak terlalu ketat (hanya mengecek data nasabah berdasarkan dokumen saja), sehingga pengawasan mereka cukup longgar, dan dijadikan celah oleh Pelaku untuk melakukan penipuan.

Akibatnya?

Setelah uang kredit yang mereka ajukan cair, sang penipu kabur. Tinggallah perusahaan yang namanya digunakan sang penipu yang ketiban masalah dan dikejar-kejar pihak bank.

Untuk itu berhati-hatilah... !!!

Apabila ada orang yang meminta nomer rekening serta foto kopi dokumen perusahaan Anda, jangan dengan mudah memberi. Anda harus pastikan kalau yang meminta adalah memang perusahaan rekanan bisnis Anda dan keperluannya jelas. Anda bisa menghubungi mereka sebelum mengirimkan dokumen Anda via e-mail. Jika masih tidak yakin, datangi kantor mereka, dan berikan dokumen itu langsung. Cara yang cukup "jadul" tapi efektif.


Minggu, 20 Maret 2016

Modus Kejahatan Tukar Kartu Kredit

Buat Anda yang sering bertransaksi menggunakan Kartu Kredit, waspadalah... !!!! Belakangan ini sedang marak modus kejahatan yang menggunakan metode menukar kartu kredit. Cara yang mereka lakukan dengan memanfaatkan kelengahan korban.

Cara yang mereka lakukan sebenarnya sederhana : Pada saat Anda melakukan pembayaran dengan kartu kredit, setelah kartu Anda dimasukkan ke mesin kartu kredit dan transaksi berhasil, maka pada saat akan mengembalikan kartu, si pelaku telah menukar kartu Anda dengan kartu lain yang mirip dengan kartu yang Anda miliki. Pada saat dikembalikan, biasanya Korban tidak pernah memeriksa lagi kartunya dan menyimpan langsung kartu kreditnya.

Korban baru mengetahui kartunya telah ditukar pelaku saat menerima tagihan kartu kredit. Tagihan yang melonjak, akan membuat Korban terkaget-kaget. Dan tentu saja dia tidak dapat berkelit saat ditagih oleh perusahaan Kartu Kredit karena kartu tersebut atas namanya dan tidak pernah dilaporkan hilang.

Meski berbelanja di tempat yang sudah ternama sekali pun, tidak berarti Anda aman dari tindak kejahatan penukaran kartu kredit. Hal ini disebabkan pelakunya adalah oknum pekerja di perusahaan tersebut. Terlebih jika status ketenagakerjaannya hanyalah Staf Outsourcing, maka risiko kejahatan pun makin tinggi. dan seringkali perusahaan akan lepas tangan dari kasus yang menimpa Anda tersebut.

Guna menghindari diri Anda dari tindak kejahatan penukaran Kartu Kredit, lakukanlah hal-hal berikut ini :
1. Saat melakukan transaksi kartu kredit, pastikan Anda tidak membiarkan kartu kredit terlepas dari pengawasan Anda.

2. Gunakan PIN untuk "mengunci" penggunaan kartu kredit Anda.

3. Saat bertransaksi dengan kartu kredit, pastikan tidak ada orang yang melihat nomer PIN Anda saat dimasukkan ke mesin gesek kartu kedit.

4. Setelah selesai bertransaksi dan kartu kredit dikembalikan, pastikan kartu kredit yang Anda terima adalah kartu kredit Anda sendiri. Jika bukan, segera minta kartu Anda dikembalikan. Jika kartu Anda dinyatakan "hilang" di tempat transaksi, segera lapor ke bank saat itu juga, dan lapor ke polisi untuk proses tindakan lebih lanjut.

Mudah-mudahan informasi ini berguna...


Modus Kejahatan Dengan Sasaran Para Pria Hidung Belang

Buat Anda Para Hidung Belang, berhati-hatilah...!!! Ternyata Anda adalah target "mudah dan empuk" yang kini banyak diincar oleh para pelaku kejahatan. Sebenarnya aksi kejahatan yang mengincar Para Hidung Belang sudah lama terjadi, namun nyaris tidak ada korban yang melapor karena alasan malu (apalagi kalau kejadiannya sampai ditayangkan di berita televisi, wah.... malunya gak ketulungan deh...!!).

Pelaku aksi kejahatan ini biasanya dilakoni oleh beberapa orang, dan biasanya mereka mengumpankan wanita cantik berbaju seksi untuk menarik perhatian calon korbannya. Korban mereka biasanya adalah ornag-orang yang mengendarai kendaraan (baik motor maupun mobil).

Sang Umpan biasanya berpura-pura mencari tumpangan kendaraan dengan berdiri di pinggir jalan. Biasanya akan ada pria nakal - mengendarai mobil atau motor - yang berhenti di depan wanita itu, lalu menawarkan "bantuan" mengantar sang wanita menuju tempat yang diinginkannya. Tentu saja sang wanita mau-mau saja.

Di tengah perjalanan (biasanya di tempat sepi), sang wanita akan berpura-pura matanya kena debu atau contact-lens yang digunakannya kering akibat semburan AC mobil. Dia akan berpura-pura meminta bantuan pria tersebut untuk meniup matanya. Pada waktu itu, sang wanita akan berpura-pura membiarkan dadanya terbuka cukup lebar (bahkan dalam beberapa kasus sang wanita sengaja tidak mengenakan pakaian dalam), membiarkan sang pria melihatnya. Sang wanita kemudian akan merayu dan menggoda sang pria untuk (maaf) "menyedot" atau "mengulum" payudara wanita tersebut. Biasanya dalam kondisi demikian, mental pria akan langsung goyah dan menuruti saja maunya sang wanita.

Tanpa diketahuinya, sebenarnya wanita tersebut telah "melapisi" payudaranya dengan obat penghilang kesadaran. Dalam tempo beberapa detik setelah "mengulum" payudara, pria tersebut akan pingsan. Nah, saat itulah pelaku melakukan aksi kejahatannya, dan mengambil semua barang berharga sang pria, termasuk kendaraannya. Setelah semua barang digasak, sang pria ditinggalkan begitu saja di jalan. Biasanya korban ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi tergeletak pingsan. Kalau pun terbangun, dia akan linglung dan tidak ingat dengan kejadian yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Kejadian ini sangat marak terjadi di kota-kota besar, dan sudah banyak korban yang kena. Hanya saja, nyaris tidak ada yang melaporkan kejadian tersebut. Selain tidak ingat kronologis kejadian sebenarnya (akibat pengaruh obat bius), banyak korban malu melaporkan hal ini. Meski tidak ada korban yang berani melapor, tapi banyak juga yang "curhat" di sosial-media (dengan identitas palsu, tentunya), sehingga wajar jika informasi modus kejahatan ini marak dan ramai jadi pembahasan.

Hingga hari ini belum ada pelaku kejahatan jenis ini yang ditangkap polisi, mengingat sangat minimnya bukti dan data yang dapat digunakan polisi untuk menyingkap kasus ini. Karena itu, Para Pria Hidung Belang, berhati-hatilah.... !!!

Kamis, 10 Maret 2016

Penipuan Pura-Pura Teman Lama

Sebenarnya ini teknik penipuan klasik yang sudah banyak diketahui banyak orang. Tapi entah mengapa, masih banyak orang yang terjebak tipuan jenis ini, sehingga mengalami kerugian finansial yang cukup besar.

Teknik ini memanfaatkan kelemahan daya ingat kita, sekaligus rasa kangen kepada teman lama. Setelah lulus sekolah, kita biasa pindah ke kota lain dan tidak bertemu dengan teman lama kita sekian tahun.  Untuk mengurangi rasa kangen, banyak dari kita yang kemudian berhubungan dengan rekan kita di sosial media. Masalahnya, di sosial media, kita hanya bisa ingat wajahnya saja. Sedangkan suara dan kebiasaannya mungkin sudah berubah total. Hal inilah yang kemudian digunakan oleh para pelaku untuk menipu kita.

Cara yang dilakukannya adalah dengan menelepon kita, dan menyapa kita seolah-olah dia adalah teman lama kita.

"Hai, Bro Soni," sapanya dengan ramah saat telepon kita angkat.

Tentu saat disapa demikian, kita akan menduga-duga siapa dia.

"Maaf, dengan siapa ya? " itu adalah reflek pertama saat menerima telepon dari orang yang tidak kita kenal.

"Ini lho, kawan lamamu waktu masih SD. Masa sudah lupa?" ucapnya lagi, seolah-olah ingin meyakinkan kita kalau dia memang kenal baik dengan kita. "Duh... kamu tuh ya. Mentang-mentang sudah jadi Bos, lupa aja sama teman seperjuangan. Kamu dulu lupa ya, kita pernah sama-sama nyuri rambutannya Pak Engkus di depan sekolah. Trus kita juga pernah disetrap bareng Pak Karyo karena terlambat ke sekolah. Wa... Teman Seperjuangan jangan dilupain kayak gitu dong..."

Sebenarnya cara si penipu itu hanyalah untuk menggiring kita untuk mengira-ngira kalau dia adalah salah seorang sahabat yang memang pernah kita kenal sebelumnya di waktu kecil. Hal ini membuat kita tanpa sadar mengingat-ingat orangnya, dan menyebut satu nama.

"Ini Sandy ya?" tebak kita.

"Ya, benar...!" Jawab orang yang menelepon kita itu. "Ini Sandy, Bro Soni. Akhirnya kamu ingat aku juga. Apa kabarmu di sana?"

Dan dengan ramah dan lancarnya, dia pun bercerita ngalur-ngidul dan terus memastikan kalau dia memang orang yang kita pernah kenal di masa lalu. Biasanya percakapan itu kemudian diakhiri dengan permintaan tolong darinya agar kita bisa membantunya dari segi finansial. Dia akan menceritakan kondisi keuangannya yang sedang kesusahan, dan minta bantuan kita sebagai "sahabat lama" untuk bisa membantunya.

Biasanya tanpa sadar, karena naluri ingin membantu teman, kita pun bersedia membantu dengan mentrasferkan uang padanya.

Setelah mentransfer uang kepada "sahabat lama" kita itu, dia pun menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

Banyak orang yang mengatakan mereka "dihipnotis" oleh Si Penipu lewat telepon, sehingga menuruti apa maunya Si Penipu tersebut. Padahal faktanya, Sang Penipu hanya memainkan emosi sang penerima telepon saja, dan membuatnya masuk dalam perasaan nostalgia (hal yang umum dialami dan dirasakan banyak orang, manakala dia sudah lama tidak bertemu kawan-kawan masa sekolah dulu). Dalam kondisi demikian, seseorang mudah sekali dipengaruhi untuk diminta "membantu" kawan lama, apalagi kawan lama tersebut menyebutkan dirinya punya "sejarah persahabatan yang kental" dengan orang yang ditelepon.

Pertanyaan yang kemudian muncul : Bagaimana Sang Penipu bisa tahu banyak tentang masa lalu kita, terutama latar belakang kita, dan mampu berucap seolah-olah dia kenal baik dengan kita? Dan darimana dia bisa tahu nomer telepon kita?

Tidak sulit rasanya untuk mendapatkan informasi tentang siapapun di masa kini. Lewat Jejaring Pertemanan, latar belakang siapapun dapat dengan mudah didapat. Cukup berteman dengan orang tersebut, maka kita dapat membaca semua informasi tentang orang tersebut, mulai dari nomer telepon, tempat tinggal, sekolah, dan teman-temannya. Bahkan jika Sang Penipu rajin ngulik saja, dia akan dapat menemukan siapa saja guru, sahabat, keluarga, dan apa saja kejadian-kejadian menarik masa muda atau masa kecil calon korban (thanks God buat foto-foto dan cerita masa lalu yang diunduh oleh para pengguna jejaring sosial ...). Dengan segudang informasi demikian, rasanya tidak sulit untuk menjebak Sang Korban dan membuatnya percaya kalau yang menelepon adalah "sahabat masa kecil yang dulu pernah seperjuangan dengannya".

Jadi tidak heran jika banyak orang yang kemudian terjebak dan tertipu oleh para penipu yang berpura-pura jadi teman lama itu.

Agar Anda tidak jadi korban berikutnya, guna menghindarkan diri jadi korban, ada baiknya Anda waspada dan melakukan hal berikut :
1. Jangan memasang nomer telepon dan alamat Anda di Jejaring Sosial.
2. Jangan terlalu terbuka menampilkan foto dan cerita masa lalu Anda. Semuanya bisa menjadi bahan referensi Pelaku Kejahatan untuk menipu Anda.
3. Jangan terlalu vulgar pula menceritakan hubungan Anda dengan sahabat-sahabat tertentu, karena dapat digunakan Pelaku untuk mengaku-aku kalau dia pun kenal baik dengan sahabat-sahabat Anda, yang membuat Anda terjebak dan meyakini dirinya memang pernah kenal baik dengan Anda.

Dan kalau pun ada orang yang menelepon Anda dan mengaku sebagai salah seorang teman main Anda di masa kecil, terima saja teleponnya tapi jangan diladeni jika dia meminta bantuan finansial, seperti meminta pulsa, pinjaman uang, dan lain-lain. INGAT : Seorang teman yang baik adalah mereka yang mengedepankan semangat pertemanan. Orang yang punya semangat pertemanan adalah mereka yang mencari Anda karena dia kangen pada Anda, bukan mencari karena butuh uang Anda. Jadi siapapun dia, baik teman masa kecil atau penipu, begitu dia mengaku-aku kenal Anda dan tahu-tahu mau meminjam uang atau minta pulsa, tolak saja permintaannya.

Semoga informasi ini berguna.


Minggu, 31 Januari 2016

Penipuan Jual-Beli Online : Penipu Menipu Pembeli & Penjual Sekaligus

Dengan menjamurnya bisnis jual-beli online, banyak celah dan peluang yang kemudian dimanfaatkan para penipu untuk melakukan aksi kejahatannya. Berbagai aksi penipuan mereka lakukan untuk mencurangi pembeli atau penjual. Namun belakangan, muncul aksi penipuan yang terbilang lebih berani dan kreatif, karena sang Penipu dapat mencurangi Penjual sekaligus Pembeli di Online-Shop. Bagaimana caranya?


Meski terdengar ribet, tapi ternyata caranya sangat sederhana :
Mula-mula Penipu membuat toko dan iklan palsu, menawarkan produk dengan harga yang sangat miring. Sambil menawarkan produk abal-abal, Penipu kemudian mencari Online Shop dengan reputasi sangat baik dan terpercaya, dan membeli produk yang dijual Online Shop itu. Produk yang dicarinya adalah produk yang memang dibutuhkannya, tapi harganya harus di bawah produk abal-abal yang diiklankannya.

Sederhananya begini : Penipu membuat iklan menjual produk Smart-Phone terbaru dengan harga Rp 3,000,000 (padahal harga resmi produk tersebut di pasaran adalah Rp 3,600,000). Di waktu bersamaan, dia menghubungi Online Shop yang menjual panci dengan harga Rp 2,000,000.

Dengan berpura-pura tidak punya rekening, dan akan meminjam rekening salah satu sanak keluarganya (suami / istri / Tante / Kakak / Adik / Pacar), Sang Penipu akan meminta rekening pemilik Online Shop tersebut untuk digunakan mentransfer uang pembayaran produk yang akan dibelinya. Sampai di sini, Pemilik Online Shop belum dirugikan.

Di pihak lain, produk abal-abal yang "dijual" Penipu kemudian mendapatkan pembeli serius. Penipu kemudian memberikan Nomer Rekening Pemilik Online Shop yang diperolehnya, dan meminta Pembeli Produk Abal-Abal mentransfer pembayaran ke rekening tersebut.

Anda tentu sudah bisa menduga : Pemilik Online Shop akan menerima kelebihan uang. Dia akan segera menghubungi Sang Penipu untuk mengkonfirmasi. Dan dengan menunjukkan "kebegoannya", Sang Penipu akan mengatakan kalau kelebihan transfer itu sebaiknya dibayarkan langsung saja, berbarengan dengan penyerahan barang.

Maka Sang Penipu dengan pe-denya akan menemui Pemilik Online Shop untuk mendapatkan barang pesanannya, sekaligus uang "kelebihan transfer" yang didapat Pemilik Online Shop. Setelah itu, Sang Penipu pun menghilang.

Dan masalah pun terjadi ....

Sang Pembeli yang telah keburu mentransfer uang, jelas tidak akan menerima barangnya karena pesanannya tidak pernah datang. Biasanya dia akan melapor ke polisi dan meminta nomer rekening yang didapatnya dari Penipu segera diblokir. Dan saat rekening itu diblokir, Pemilik Online Shop yang tidak tahu apa-apa, jelas bingung karena rekeningnya diblokir.

Agar terhindar dari aksi penipuan seperti ini, ada baiknya Anda lebih jeli :

1. JIKA ANDA PEMBELI : 
Hati-hatilah dalam berbelanja di toko online, terutama "usia" tokonya masih baru dan belum punya reputasi. Waspada pula jika produk yang ditawarkannya adalah produk dengan harga yang sangat miring dan "tidak masuk akal". Jangan terburu-buru untuk segera membeli dan mentransfer uang. Kalau perlu, mintalah ketemuan dengan Pembeli untuk memastikan barang yang ditawarkan benar-benar ada dan punya kualitas sama dengan produk di pasaran. Jika Anda tertarik, lakukan pembayaran secara COD (Cash On Delivery).


2. JIKA ANDA PENJUAL : 
Waspadalah jika ada orang mengatakan dia tidak punya rekening pribadi dan akan transfer dari rekening orang lain. Pastikan nama orang yang akan membeli dan minta alamatnya. Pastikan si pembeli memang tinggal di alamat tersebut. Jika Pembelinya adalah orang di luar kota atau luar pulau, tidak ada salahnya Anda meminta dia mengirimkan fotokopi KTP-nya pada Anda. Mungkin Pembeli akan mengatakan Anda "ribet", tapi hal ini jauh lebih baik daripada bisnis dan reputasi yang telah Anda bangun hancur gara-gara ulah sang penipu.

Saat menerima transfer berlebih, jangan langsung girang. Pastikan, siapa yang mentrasnfer uang tersebut? Apakah yang mentransfer adalah orang yang sama dengan yang membeli. Waspadalah jika nama pembeli dan yang mentransfer beda.

Semoga bermanfaat.


Kamis, 07 Januari 2016

Modus Pencurian di Apartemen

Beberapa waktu ini, banyak penghuni apartemen yang resah karena kamar apartemen mereka kemasukan maling. Hal ini mereka ketahui setelah beberapa barang berharga mereka hilang. Hal ini juga diperkuat dengan adanya rekaman CCTV yang menangkap sosok orang tidak dikenal yang memasuki kamar mereka dan mencuri barang berharga dengan leluasa.

Yang menjadi pertanyaan : Bagaimana mungkin ada pencurian di dalam apartemen,yang notabene pengawasan dan penjagaannya sangat ketat?

Tentu saja bisa, jika pencurinya adalah orang di dalam apartemen itu sendiri. Dari berbagai informasi yang saya peroleh, ada beberapa modus pencurian yang bisa terjadi di dalam apartemen :

MODUS PERTAMA : 
Pelaku adalah penghuni apartemen itu sendiri. Karena itu, dia bebas dan leluasa saja untuk menjalankan aksinya tanpa dicurigai orang. Hal inilah yang  poterjadi di Apartemen Gading Nias Residence, Jakarta, di mana sering terjadi kasus pencurian di sana. Setelah polisi turun tangan, pada tanggal 28 September 2015 tertangkaplah MDA, seorang penghuni apartemen tersebut yang tinggal di lantai 22. Sang pelaku ternyata memiliki ratusan anak kunci palsu untuk membuka unit kamar apartemen korbannya.

Sebelum melakukan aksinya, MDA sebelumnya sudah mengawasi apartemen korban dan mengingat kapan apartemen korbannya kosong. Setelah itu, MDA pun membobol apartemen yang diincarnya tersebut. Tidak sulit baginya untuk membuka apartemen yang notabene kamarnya masih menggunakan kunci biasa. Hanya butuh kesabaran dan waktu yang panjang bagi MDA untuk akhirnya bisa membobol apartemen korbannya. Sayang, MDA lupa kalau di sekitar apartemen - termasuk di dalam apartemen - terdapat kamera CCTV yang merekam aksinya. Tidak heran, berdasarkan rekaman CCTV tersebut, MDA akhirnya dengan mudah diciduk dan ditangkap Polisi.



MODUS KEDUA : 
Pelaku bisa orang di luar apartemen, tapi mengelabui petugas, sehingga bisa masuk ke dalam apartemen. Modus inilah yang dilakukan pelaku pencurian berinisial HFH di Apartemen Sunter Icon Tower East, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelaku yang merupakan WNA (warga negara asing) ini menjalankan aksi dengan berpura-pura mencari temannya yang tinggal di apartemen tersebut. Setelah diizinkan petugas, dia pun dengan leluasa menyisiri semua kamar di setiap lantai apartemen.

Cara yang dilakukannya adalah memanfaatkan keteledoran korban yang tidak mengunci pintu apartemen. HFH berjalan sambil memutar kenop pintu kamar apartemen. Apabila pintu itu tidak dikunci, HFH langsung masuk ke dalam kamar tersebut, dan menjalankan aksinya dengan mencari-cari barang berharga yang bisa diambil, seperti perhiasan, ponsel, laptop, dan lain-lain. Apabila ada penghuni yang memergokinya, HFH akan berpura-pura sedang mencari teman dan baru menyadari kalau dia salah masuk kamar.

HFH berhasil diciduk polisi setelah menjalankan aksinya tanggal 3 Januari 2016 silam, dan aksinya terekam di CCTV milik salah satu korban kejahatannya.



MODUS KETIGA : 
Cara yang dilakukan pelaku kejahatan ini terbilang cukup profesional dan "sopan". Aksi kejahatan mereka biasa ditujukan pada orang yang berniat menjual atau menyewa apartemen mereka. Sang pelaku biasanya menghubungi korban dan berpura-pura ingin menyewa atau membeli apartemen milik sang korban.

Setelah ketemuan dengan sang korban, sang pelaku - dengan alasan terburu-buru - akan meminta korban memberikan kunci apartemen dulu padanya. Apabila korban lengah dan memberikan kunci apartemen, maka nantinya sang pelaku dengan leluasa akan mengambil semua barang yang ada di dalam apartemen sang korban tersebut. Hal ini terjadi di Apartemen Casablanca Mansion dan Apartemen Lavande beberapa waktu silam.



Dengan semakin maraknya aksi pencurian di Apartemen, sepertinya para penghuni apartemen saat ini harus makin waspada. Sebenarnya pengawasan keamanan sudah sangat baik di hampir semua apartemen, terutama apartemen mewah. Masalahnya para petugas keamanan hanya bisa mencegah aksi kejahatan dari luar apartemen, sedangkan berdasasrkan kasus yang terjadi, pelaku kebanyakan adalah orang yang tinggal di dalam apartemen.

Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda waspada dengan tidak membiarkan pintu apartemen Anda terbuka. Selalulah mengunci pintu apartemen. Dan jika Anda harus meninggalkan apartemen dalam kondisi kosong, tidak ada salahnya jika Anda memasang kunci tambahan di pintu apartemen Anda.