Selasa, 03 Mei 2016

Penipuan Ngajak Nikah

Para Hawa yang masih single dan sudah berusia di atas 30 tahun, waspadalah... !!!! Karena saat ini Anda sedang jadi incaran pria-pria tidak bertanggung jawab yang siap menguras seluruh harta yang Anda miliki.

Ya... sepertinya saat ini sedang jadi tren di mana banyak pria yang berpura-pura mengajak wanita menikah, lalu menguras harta sang wanita, dan kabur. Cukup miris juga saat membaca banyak kasus yang menimpa wanita, tidak saja di Indonesia tetapi juga di negara lain, terutama di Singapura dan Malaysia.

Kronologis modus penipuan yang biasa dilakukan para pria kurang ajar ini adalah seperti berikut :
Sang pria biasanya adalah pria berusia muda dan berwajah tampan. Dia membuat akun di berbagai media sosial dan sering mengunduh foto-fotonya saat sedang ke luar negeri, punya mobil mewah, apartemen megah, dan lain-lain. Pokoknya dia menunjukkan dirinya sebagai orang yang sangat kaya. Dia kemudian mulai menjalin pertemanan di media dan jejaring sosial dengan para wanita yang statusnya masih "single".

Tentu saja dengan perawakannya yang tampan, sopan, dan kaya-raya, dapat dengan cepat memikat kaum wanita. Apabila ada yang merespon ajakan pertemannya ke arah yang lebih serius, barulah si pria ini menunjukkan gelagat yang tidak baik.

Dia akan meminta alamat rumah wanita itu, dan mulai rajin ke rumahnya. Di awal-awal pertemuan, tentu sang pria akan bersikap sopan. Tapi setelah mereka mulai ke arah serius, si pria langsung mengajak wanita ini menikah. Tentu ajakan yang sangat mendadak ini pastilah mengejutkan. Nah, kalau wanita tersebut sudah sangat ingin menikah, begitu diajak, seringkali tidak pikir panjang dan langsung mengiyakan.

Setelah ajakan menikahnya ditanggapi, si pria ini mulai berani meminjam uang, kendaraan, dan segala fasilitas yang dimiliki sang wanita. Bahkan perhiasannya pun dipinjam (untuk keperluan mendanai biaya menikah, katanya). Tentu wanita itu akan setuju-setuju saja, karena sudah terbuai rayuan sang pria yang akan menikahinya.

Tanpa disadari sang wanita, sedikit demi sedikit hartanya berpindah tangan ke pria itu. Dan setelah sang wanita tidak punya apa-apa lagi, sang pria pun menghilang.

Mungkin kedengarannya seperti drama sinetron, tapi faktanya inilah yang terjadi. Banyak wanita yang tidak melaporkan kasus ini ke polisi, karena tidak ada pasal kejahatan yang bisa disangkalkan pada pelaku. Lagian sang wanita memberikan semua hartanya dengan iklas, jadi sang pria tidak bisa dibilang "menipu".

Karena itu, Para Wanita waspadalah .... !!! Jangan mudah tergoda rayuan para pria yang baru sebentar kenal sudah mengajak menikah. Meski Anda memang sudah sangat ingin menikah, tetapi ada baiknya Anda mempelajari dulu latar belakang pria tersebut. Karena jika dia sampai menipu harta Anda habis-habisan, Anda tidak akan bisa menuntutnya.


Scam Permintaan Rekening Bank dari Perusahaan

Jika Anda tiba-tiba menerima sebuah e-mail dari Customer atau Klien (tanpa informasi verbal sebelumnya) yang meminta informasi nomer rekening perusahaan, berhati-hatilah...!! Bisa jadi sedang diintai untuk menjadi calon korban hacker.


Belakangan ini, kembali marak penipuan di mana para hacker - yang berpura-pura sebagai karyawan di sebuah perusahaan tertentu - meminta nomer rekening perusahaan Kolega atau Rekanan. Alasannya bisa macam-macam : validasi data perusahaan, input data base, aktualisasi data supplier, dan lain-lain. Isi e-mail mereka sangat meyakinkan, sehingga Anda bisa diyakinkan kalau pengirim adalah orang yang benar-benar bekerja di perusahaan yang Anda kenal itu.

Selain meminta nomer rekening, mereka pun biasanya juga meminta Anda melampirkan NPWP, TDP, dan SIUP sebagai referensi.

Tanpa Anda sadari, semua data informasi itu ternyata digunakan oleh sang pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit ke Bank. Caranya?

Sudah jelas : Data-data yang diperoleh akan dimanipulasi sedemikian rupa dan dibuat seolah-olah milik si pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit usaha ke bank. Ada beberapa bank yang pengecekannya tidak terlalu ketat (hanya mengecek data nasabah berdasarkan dokumen saja), sehingga pengawasan mereka cukup longgar, dan dijadikan celah oleh Pelaku untuk melakukan penipuan.

Akibatnya?

Setelah uang kredit yang mereka ajukan cair, sang penipu kabur. Tinggallah perusahaan yang namanya digunakan sang penipu yang ketiban masalah dan dikejar-kejar pihak bank.

Untuk itu berhati-hatilah... !!!

Apabila ada orang yang meminta nomer rekening serta foto kopi dokumen perusahaan Anda, jangan dengan mudah memberi. Anda harus pastikan kalau yang meminta adalah memang perusahaan rekanan bisnis Anda dan keperluannya jelas. Anda bisa menghubungi mereka sebelum mengirimkan dokumen Anda via e-mail. Jika masih tidak yakin, datangi kantor mereka, dan berikan dokumen itu langsung. Cara yang cukup "jadul" tapi efektif.