Senin, 18 Juli 2016

Penipuan Undangan Wawancara Kerja

Banyaknya pencari kerja yang mencari kerja dengan mengirimkan lamaran mereka ke berbagai perusahaan, dimanfaatkan para oknum tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, mereka leluasa untuk mencari korban yang dapat mereka tipu.

Penipuan yang hingga hari ini masih sangat marak dan banyak orang yang masih terjebak adalah Penipuan Undangan Wawancara Kerja.

Cara yang dilakukan Oknum Penipu cukup sederhana :
Para oknum penipu akan berpura-pura berasal dari sebuah perusahaan terkenal, tempat di mana pencari kerja pernah mengirimkan lamaran mereka. Oknum ini akan mengirimkan surat panggilan wawancara kepada pencari kerja, dan menginformasikan kalau mereka memenuhi kualifikasi perusahaan sehingga diminta untuk mengikuti proses wawancara.

Wawancara biasanya dilakukan di luar kota sang pencari kerja, sehingga untuk itu mereka harus pergi ke sana dengan menggunakan transportasi dan menginap. Dengan alasan efisiensi, maka "Peserta Wawancara" biasanya dimintai untuk mengirimkan uang tiket transportasi dan hotel agar "Panitia" membantu mem-booking-kannya. Biasanya tanpa sadar (karena terlalu percaya dengan "nama besar" perusahaan yang mengundang wawancara kerja, "Peserta Wawancara" tanpa pikir panjang mentransfer sejumlah uang ke rekening yang diinformasikan.

Sudah barang tentu Anda tahu akhirnya: Uang hilang, panggilan wawancara pun hanya bohongan.

Memang cara demikian sangat menyakitkan dan merugikan peserta.

Karena itulah, ada baiknya Anda waspada ketika menerima undangan wawancara kerja.Jika wawancara akan dilakukan di luar kota tempat Anda tinggal, hanya ada 2 kemungkinan :
1. Jika perusahaannya perusahaan menengah, biasanya biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sendiri oleh peserta.
2. Jika perusahaan yang memanggil wawancara adalah perusahaan besar atau bonafit, dan posisi yang ditawarkan terbilang cukup tinggi, biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung perusahaan tersebut.

Apabila Anda diminta untuk mentransfer sejumlah uang, jangan diterima. Sudah dipastikan bentuk penipuan.

Anda mungkin bertanya : Bagaimana sang penipu tahu nama dan alamat Anda? Bagaimana mereka bisa tahu kalau Anda mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut?

Sebenarnya banyak kemungkinan. Bisa jadi mereka bisa meng-hack database perusahaan tanpa diketahui perusahaan tersebut. Atau bisa jadi lamaran Anda pernah terbaca oleh salah seorang penipu waktu Anda sedang memfoto kopi surat lamaran. Atau bahkan bisa jadi Si Penipu mengirimkan undangan secara acak (dengan asumsi, biasanya Pencari Kerja mengirimkan banyak lamaran, dan mereka sendiri tidak ingat ke perusahaan mana saja mereka pernah kirim). Informasi yang mereka dapatkan bisa dari mana saja : Foto kopi Kartu Identitas / Kartu Pelajar yang tercecer, lembar aplikasi yang tidak dimusnahkan oleh perusahaan tempat Anda pernah diwawancara sebelumnya, dan lain sebagainya.

Kiranya informasi ini dapat membantu Anda.