Selasa, 26 September 2017

Modus Penipuan Paket Pernikahan Murah

Anda sekarang sedang mencari Wedding Organizer (WO) yang menyediakan Paket Pernikahan? Hati-hati, karena ternyata belakangan ini muncul WO abal-abal yang menawarkan Paket Pernikahan Super Murah, namun ujung-ujungnya justru merugikan konsumen.

Seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Sebuah WO menawarkan Paket Pernikahan Super Murah yang harganya sebenarnya sangat tidak wajar. Bayangkan saja, dengan harga Rp 45 juta, WO tersebut menawarkan fasilitas make-up komplit untuk pasangan pengantin, hotel berbintang 4 untuk pasangan pengantin dan keluarganya, gedung pernikahan (biasanya di hotel berbintang 4 atau gedung mewah), kue pernikahan, kendaraan selama acara pernikahan, dan paket wisata ke Lombok selama 4 hari 3 malam.


Secara logika, penawaran ini memang tidak masuk akal. Tetapi banyak calon pasangan pengantin yang menutup mata dan akhirnya memilih paket pernikahan dari WO tersebut. Akibatnya sudah bisa ditebak : Para calon pasangan pengantin tersebut tertipu dan tidak dapat melakukan acara sakral mereka tersebut.

Dari fakta yang saya temukan, WO yang melakukan penipuan ini sebenarnya sudah menjalankan bisnis tipu-tipu demikian sejak 2014 silam. Lha, jika demikian, bagaimana mereka bisa melakukan aksinya dan baru ketahuan belakangan ini?

Rupanya dalam menjalankan penipuan ini, mereka melakukan sistem "gali lubang, tutup lubang". Dengan menawarkan Paket Pernikahan Super Murah, mereka menjaring banyak konsumen. Nah, uang yang digunakan dari konsumen tersebut mereka gunakan untuk membayar DP saja ke pihak pemilik gedung atau hotel, salon, catering, dan lain-lain. Seharusnya sebelum acara dilakukan, pihak WO wajib melunasi pembayaran. Tetapi lewat negosiasi dan perjanjian tertentu, WO tidak perlu melunasi pembayaran dan bisa membayar secara menyicil setelah acara selesai.

Itulah mengapa Paket Pernikahan yang dilakukan WO tersebut dapat berjalan dengan baik selama bertarun-tahun. Dengan cara demikian, tentu saja banyak pasangan pengantin yang puas, lalu menceritakan hal ini kepada teman-temannya. Dan WO itu kembali kebanjiran paket pernikahan.

Ketika mereka mendapatkan pekerjaan kembali, uang yang mereka dapat untuk calon konsumen mereka, kembali diputar : Dipakai untuk melunasi atau menyicil pembayaran dari Gedung, Catering, dan lain-lain.

Demikian siklus ini terjadi terus-menerus.

Hingga pada satu titik, ketika konsumen mereka berkurang, mulailah masalah terjadi. WO tidak punya uang lagi untuk melakukan DP, pelunasan, maupun membayar cicilan. Akibatnya sudah bisa ditebak : Pihak Gedung, Salon, Catering, dan lain-lain tidak bersedia menyiapkan fasilitas untuk WO itu sebelum mereka melunasi pembayaran. Akibatnya banyak pernikahan tidak bisa terlaksana lantaran WO tidak bisa membayar kepada koleganya.

Untuk bisa mendapatkan uang kembali, WO kembali meluncurkan paket pernikahan yang lebih murah lagi. Meski cara ini berhasil, tetapi risiko yang dihadapi WO tersebut makin tinggi karena makin banyak calon konsumennya yang mungkin tidak bisa melakukan pernikahan karena uang mereka justru dipakai untuk melunasi paket pernikahan yang sebelumnya dinikmati pasangan lain.

Puncaknya di bulan September 2017 ini, bom waktu itu pun meledak. Para konsumen WO tersebut mengadu kepada pihak berwajib karena mereka tidak dapat melaksanakan pesta pernikahan mereka sesuai waktu yang disepakati.

Belajar dari kasus WO di Depok ini, ada baiknya Anda - yang sedang mencari WO untuk mempersiapkan acara pernikahan Anda sendiri - sebaiknya lebih waspada dalam mencari WO. Ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum memilih WO :
1. Milikilah pengetahuan mengenai estimasi biaya dasar untuk acara pernikahan Anda. Semisal ada WO yang menawarkan Paket Pernikahan, pelajari apa saja komponen paket tersebut. Semisal disebut komponen paket termasuk Gedung Pernikahan, Makan, hotel, salon, kendaraan, kue pengantin, dan lain-lain. Maka tanyakan WO kira-kira Gedung Pernikahannya di mana, makannya apa, hotelnya di mana, dan seterusnya.

Setelah mendapatkan semua informasi, segera lakukan pengecekan estimasi biaya komponen-komponen tersebut LANGSUNG dari pihak pemilik fasilitas (bukan dari WO). Dari harga yang kita dapatkan, biasanya lebih mahal 5 - 15% lebih mahal daripada yang ditawarkan WO. Selama akumulasi total semua komponen pernikahan itu tidak lebih dari 20 - 25%, maka Paket Pernikahan yang ditawarkan WO itu tergolong wajar dan masuk akal.


2. Pastikan WO yang akan menangani pernikahan Anda punya track-record yang baik. Paling tidak, WO tersebut bukan WO baru dan sudah secara konsisten menangani acara pernikahan dengan baik untuk jangka waktu tertentu. Hal ini bisa dilihat dari Website yang mereka miliki, komentar konsumen mereka yang ada di jejaring sosial (bisa ditelusuri dengan menjadi anggota jejaring WO tersebut di Line, Instagram, Facebook, dan lain-lain).


3. Waspadalah jika ada WO yang tiba-tiba menawarkan Paket Pernikahan DISKON. Jika mereka sampai mengeluarkan paket tersebut, maka Anda harus waspada, karena belum pernah ada WO yang menawarkan Paket Pernikahan Diskon. Hal ini bisa jadi pertanda kalau WO tersebut sedang bermasalah dalam keuangan dan sangat membutuhkan "suntikan dana" dari calon konsumen, atau WO tersebut sedang menjaring korban untuk mereka tipu. Jangan pernah mau menerima WO yang secara spesifik menawarkan Paket Pernikahan DISKON via jejaring sosial dan lain-lain.


4. Dan yang paling penting : Pastikan Anda kenal baik dengan pemilik WO. Jika Pemilik WO Anda kenal, maka sudah pasti Anda tahu dia tinggal di mana, dan bagaimana kondisi keluarganya. Meski tidak menjamin, tetapi minimal jika terjadi apa-apa yang membuat acara pernikahan Anda tidak terlaksana, Anda dapat segera mendatangi Pemilik WO tersebut dan dapat memastikan dia tidak akan melarikan diri dari tanggung jawab.


Semoga bermanfaat.....



Rabu, 20 September 2017

Modus Perampokan dengan Menabrakkan Mobil

Berhati-hatilah Anda yang berkendara di malam hari atau di tempat sepi, karena belakangan ini - terutama di kota-kota besar - sedang berkeliaran oknum pelaku kejahatan yang mengincar. Aksi yang mereka lakukan tergolong cukup berani dan berbahaya.

Biasanya para pelaku menyewa mobil lalu mencari calon korban mereka di tempat gelap atau sepi. Korban yang mereka incar adalah wanita atau remaja yang mengendarai mobil sendirian. Setelah menemukan calon korban mereka, maka sang pelaku akan berpura-pura menabrakkan mobil mereka ke mobil korban. Tentu saja hal itu akan membuat Korban marah, sehingga menghentikan mobil.

Sang Oknum akan berpura-pura minta maaf dan bersedia mengganti kerusakan mobil. Dengan berpura-pura tidak membawa uang, maka sang pelaku mengajak korbannya untuk mengikutinya ke ATM.  Tanpa diketahui korban, sebenarnya Sang Pelaku sedang membawa korban ke lokasi teman-temannya. Setelah tiba di sana (biasanya di gerai ATM), sang Pelaku akan mengajak korban masuk ke mesin ATM untuk mengambil uang.

Nah, pada saat korban sudah masuk ke Gerai ATM, teman-teman sang pelaku - yang tadinya bersembunyi - akan ikut masuk dan mengepung sang korban. Mereka akan memaksa korban untuk menguras ATM-nya. Tidak hanya itu, mereka juga akan mengambil semua barang berharga korban, termasuk mobilnya.

Tindakan kejahatan ini sangat membahayakan nyawa korban, karena tidak sedikit pelaku yang melakukan penganiayaan jika korban melawan.

Untuk menghindari diri dari tindak kejahatan ini, sebaiknya Anda melakukan hal berikut :
1. Jika pulang malam hari dan membawa kendaraan sendiri, pastikan Anda tidak pulang sendirian atau melewati jalan yang sepi.

2. Jika terpaksa harus melewati jalan yang sepi, waspadalah dalam berkendara. Jika melihat ada pengendara yang mencoba memepet kendaraan Anda, sebaiknya tancap gas atau mengambil jalan lain, menghindari mobil tersebut.

3. Jika ada kendaraan yang (sengaja) menabrak mobil Anda, jangan turun. Tapi foto plat nomer dan jenis kendaraan yang menabrak mobil Anda tersebut. Segeralah pergi dan laporkan kejadian penabrakan itu pada polisi.

Semoga informasi ini berguna....


Minggu, 03 September 2017

Penipuan Travel Murah

Beberapa minggu terakhir ini, Indonesia dihebohkan dengan aksi "dugaan" penipuan yang dilakukan oleh sebuah travel terkenal yang berkantor-pusat di Jakarta. Travel ini ditengarai menipu konsumennya dengan tidak memberangkatkan mereka yang telah mendaftar umroh. Jumlah konsumen yang dianggap tertipu tidak tanggung-tanggung : Ribuan... !!!

Lebih mengejutkan lagi, keuangan travel tersebut pun bermasalah, sehingga dapat dipastikan hampir semua konsumennya tidak mungkin bisa berangkat umroh meski sudah membayar lunas jauh-jauh hari sebelumnya.

Bagaimana travel tersebut bisa memperdaya para konsumennya?

Travel tersebut menggunakan cara yang terbilang cukup berani dan sangat berisiko : Skema Ponzi.

Apa itu Skema Ponzi?

Bagi orang-orang yang bekerja di dunia MLM (Multi-Level Marketing) tentu sangat akrab dengan skema ini. Skema Ponzi / Ponzi Scheme / Ponzi Game adalah sebuah "permainan" uang yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang merugikan pesertanya, terutama orang-orang yang "bermain" belakangan.

(Dalam artikel ini, Skema Ponzi saya sebut sebagai "permainan" karena ada beberapa pihak yang masih melakukan cara ini dan keberatan jika disebut "penipu", karena mereka tidak menganggap telah menipu orang lain, dan para peserta sadar dengan risiko yang mereka hadapi jika mengikuti "permainan" ini. Okelah kalau begitu.... Anggap saja Anda benar....)

"Permainan" Ponzi biasanya merupakan "permainan" investasi di mana Investor yang diiming-imingi akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika menyimpan dana ke orang yang mengajak "permainan" tersebut. Padahal uang mereka justru digunakan untuk membayar Investor yang sudah duluan menyetor uang. Karena uang tidak pernah diolah namun diputar dari Investor baru ke investor lama, lama-kelamaan uang akan habis. Dan sudah dapat ditebak, para Investor yang belakangan menyimpan uangnya tidak akan meraih keuntugan apa-apa. Bahkan mereka akan merugi karena uang yang mereka setorkan sudah dipakai untuk membayar investor sebelumnya.

Bagaimana dengan trik yang dilakukan Travel tersebut? Ternyata caranya tidak jauh beda.

Untuk memperdaya para konsumennya, mereka menawarkan paket Umroh murah, bahkan jauh lebih murah daripada paket umroh pada umumnya yang ditawarkan travel lain. Tentu saja paket itu langsung mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen. Dan dengan cepat mereka mendapatkan konsumen yang sangat banyak.

Masalahnya, karena paket itu sangat murah, dana yang seharusnya untuk umroh tidak cukup untuk memberangkatkan semua pendaftar. Sehingga dengan menggunakan berbagai alasan, Travel tersebut mengulur-ulur keberangkatan para konsumennya. Meski demikian, mereka tetap memberangkatkan "sebagian kecil" peserta untuk membuktikan kalau mereka tidak berbohong.

Dengan adanya konsumen yang berangkat jelas akan mematahkan keraguan para konsumen kalau Travel tersebut berbohong. Jadi mereka bisa menerima alasan-alasan yang diberikan travel tersebut - meski alasan yang diberikan tidak masuk akal - dan setuju jika keberangkatan mereka ke Tanah Suci diundur.

Namun kesabaran manusia ada batasnya. Setelah sekian tahun tidak juga berangkat, para konsumen pun mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka. Karena tidak mendapat jawaban pasti, para konsumen pun melaporkan travel tersebut ke polisi.

Benar saja.

Setelah diselidiki, ditemukan fakta kalau Travel tersebut sama sekali sudah tidak punya uang lagi untuk memproses keberangkatan para konsumennya. Jangankan untuk memesan tiket, hutang pengurusan Visa, booking pesawat, akomodasi, dan makan di Tanah Suci yang bernilai ratusan juta saja mereka tidak sanggup bayar. Dan lebih mengagetkan lagi, ternyata semua uang konsumen justru digunakan oleh pemilik Travel untuk "memanjakan diri" mereka sendiri dengan berwisata mewah dan berfoya-foya.

Akibatnya sudah tidak ada ampun : Pemilik travel pun ditahan oleh Pihak Berwajib dan harta mereka disita sebagai barang bukti. Bahkan orang-orang yang terkait dengan travel itu pun turut ditahan oleh Pihak Berwajib untuk dimintai keterangannya.

Penipuan Travel Murah ini ternyata bukan kali ini terjadi. Karena pasca penahanan pemilik travel di Jakarta, Polisi menemukan ada 4 travel lain yang melakukan cara serupa untuk menipu konsumennya. Akibatnya Pemilik travel itu pun turut diamankan Pihak Berwajib.

Dengan adanya fenomena Travel yang menawarkan paket murah, ternyata justru bodong, maka tidak ada salahnya kita harus lebih waspada dalam memilih travel saat berencana ke luar negeri. Jangan tergoda dengan promo dan paket murah yang belum tentu bisa kita dapatkan. Salah-salah, uang hilang, kita pun tidak bisa berangkat.

Ada baiknya pula Anda melakukan pengecekan latar-belakang dan memastikan keabsahan travel tempat kita membeli tiket atau paket ke luar negeri. Pastikan travel itu tidak pernah bermasalah sebelumnya dan memiliki rekor baik yang panjang.

Pesan tiket secara Online? Hmmm... boleh juga. Tetapi tetap waspada, mengingat bisnis Travel Online yang sedang ramai dan berkembang saat ini belum memiliki rekor yang panjang. Untuk perjalanan jarak pendek dan waktu singkat, bolehlah menggunakan jasa Travel Online. Tetapi jika unttuk perjalanan jauh yang biayanya cukup besar, sebaiknya Anda waspada dan hati-hati jika memutuskan menggunakan Travel Online.

Semoga bermanfaat .....







Kamis, 10 Agustus 2017

Modus Penipuan Penggalangan Dana Sosial

Salah satu sifat - yang menjadi ciri khas - bangsa Indonesia adalah : Memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Jika ada musibah atau seseorang butuh bantuan, pasti akan banyak yang segera menolong. Sebenarnya semangat gotong-royong dan saling membantu ini sangat baik. Sayangnya, banyak orang tidak bertanggung jawab yang justru memanfaatkan rasa sosial masyarakat Indonesia untuk kepentingan pribadinya, alias melakukan penipuan.

Seperti yang terjadi bulan Mei 2017 kemarin, di mana diberitakan ada seseorang berinisial CB melalui website miliknya mengajak masyarakat untuk menggalang dana guna membantu sebuah keluarga miskin. Selain melalui situs lama pribadinya, dia pun aktif menggalang dana lewat jejaring sosial seperti IG, FB, dan lain-lain. Alhasil, terkumpul dana dengan nilai yang cukup fantastis : Rp 1,2 milyar.

Meski sudah terkumpul, namun realisasi menyumbangkan dana tersebut tidak pernah terjadi. Alih-alih dana disumbangkan, para netizen justru "memergoki" akun pribadi CB yang menampilkan foto CB sedang memamerkan mobil dan ponsel keluaran terbaru yang dibelinya, dan disinyalir dibeli dengan uang sumbangan para netizen.

Hal ini membuat para netizen berang dan mengadukan CB ke pihak berwajib. CB berusaha menjelaskan kalau kendaraan dan ponsel yang dibelinya itu akan digunakan untuk keperluan operasionalnya. Meski demikian, netizen tidak mau mempercayainya.

Kasus ini semakin membesar, sehingga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat memanggil CB untuk menjelaskan perihal dana donasi yang dikumpulkan CB tersebut.

Setahu kasus ini masih terus berlanjut di ranah hukum.

Kasus ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati lagi dalam memberikan sumbangan atau menggalang dana. Memang tidak salah jika kita punya niat untuk membantu orang. Tetapi jika bantuan kita tidak dipakai semestinya tetapi justru dipakai untuk kepentingan pribadi orang yang menerima (misalnya untuk berfoya-foya), tentu kita pun tidak terima.

Karena itu, jika Anda berniat memberikan sumbangan atau membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan secara finansial, beberapa hal yang bisa Anda lakukan :
1. Menitipkan sumbangan Anda ke dinas-dinas terkait (dalam hal ini Dinas Sosial), karena dengan demikian, Anda dapat memastikan kalau sumbangan yang Anda berikan pasti tepat sasaran dan sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

2. Apabila Anda ingin memberi langsung, pastikan latar-belakang orang yang akan menerima sumbangan Anda tersebut : Bagaimana kondisi keluarganya? Bagaimana kehidupan orang tersebut (apakah sebenarnya hidup berkecukupan, malas kerja, atau mengalami cacat fisik yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk bekerja)?

3. Apabila Anda memang ingin berdonasi tetapi ingin melalui situs-situs sosial (biar keliatan gaya..), pastikan situs tersebut terdaftar di Dinas Sosial terkait dan legal. Hal ini bisa dibuktikan situs tersebut dengan menunjukkan nomer ijin Dinas Sosial. Apabila tidak ada, jangan donasikan uang Anda ke sana.

4. Apabila ada yang mengajak penggalangan dana lewat Jejaring Sosial (Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain), saya menyarakan Anda melakukan cek dan ricek. Yakinkan kalau penggalangan dana itu beneran dan memang untuk orang yang membutuhkan. Akan jauh lebih baik jika Anda sendiri yang menyerahkan donasi ke orang yang membutuhkan tersebut, tidak perlu dikumpulkan ke "Panitia Penyelenggara" kegiatan penggalangan dana di Jejaring Sosial tersebut, karena mereka tidak berkepentingan untuk menerima uang donasi kita (kecuali mereka adalah keluarga dari orang yang membutuhkan dana. Itu pun harus Anda pastikan kalau mereka benar-benar memang dalam posisi sebagai orang yang bertanggung jawab mengumpulkan dan menyerahkan donasi pada yang membutuhkan).

Demikian dari saya. Kiranya bermanfaat.



Rabu, 24 Mei 2017

Aplikasi ATM Ponsel - Benarkah atau Sebuah Penipuan Gaya Baru?

Belakangan ini saya mendapatkan banyak kiriman e-mail sebuah penawaran "produk" yang disebut dengan "ATM Ponsel". Produk ini merupakan sebuah aplikasi yang hanya tersedia di PlayStore (tidak tersebut di AppleStore). Katanya, cara kerja produk ini cukup mudah : Tinggal unduh programnya dengan ponsel Anda, lalu tunggu saja, dalam waktu 1 jam, uang akan luber dan banjir ke dalam rekening Anda. Dan dalam waktu sebulan, Anda akan mendapatkan uang senilai Ri 100 juta rupiah. Bersih. Wow.... !!!


Pengguna aplikasi ini tidak perlu membeli atau menjual produk apapun. Pengguna juga tidak diwajibkan untuk mempromosikan produk ini (meski toh pada akhirnya akan ada orang yang mempromosikannya karena dianggap sebagai produk "cerdas" yang bisa menjawab masalah finansial banyak orang saat ini.

Untuk bisa mengaktifkan program ini, Pengguna cukup mentransfer uang aktivasi sebesar Rp 750,000. Setelah itu, program pun aktif, dan Anda pun akan langsung menerima "banjir uang".

Sekilas, program ini cukup menjanjikan, terutama bagi Anda yang bermasalah dan sedang membutuhkan dukungan finansial. Tetapi program ini terbilang cukup "mencurigakan". Mengapa?

Pertama, tidak ada proses transaksional 2 arah yang berkesinambungan. Menurut pemilik akun dan aplikasi tersebut, Pengguna hanya cukup membayar sekali saja uang aktivasi untuk seumur hidup. Setelah itu, tinggal tunggu, dan uang pun mengalir deras ke rekening. Aneh kan?

Kedua, Pemilik Aplikasi - dalam akunnya - mengatakan kalau uang yang akan diterima oleh Pengguna adalah uang sah dan tidak melanggar Undang-Undang. Lha, Undang-Undang yang mana yang dia maksud? Tidak jelas. Selain itu, apa buktinya uang yang diterima adalah uang sah? Jangan-jangan uang hasil "pencucian uang" yang dapat menjadi masalah untuk kita di kemudian hari.

Ketiga, tidak ada alamat tempat tinggal atau kantor milik Pemilik Aplikasi. Jika uangnya tidak masuk rekening Anda, lalu Anda complain ke siapa? Ke Polisi? Trus polisi harus cari ke mana Sang Pelaku?

Banyak hal ganjil yang saya temukan di situs yang menawarkan aplikasi "ATM Ponsel" ini. Meski demikian, saya tidak menemukan adanya laporan atau berita kalau program ini adalah penipuan. Bisa jadi karena program ini terbilang baru (dari penelusuran saya, keberadaan program ini baru "tercium" oleh Mbak Google bulan Maret 2017), sehingga belum banyak orang tahu dan mencobanya.Karena belum ada bukti yang menyebutkan program ini merugikan orang, maka saya belum berani mengatakan kalau aplikasi "ATM Ponsel" adalah program penipuan.

Saya teringat beberapa tahun silam - mungkin sekitar 6 atau 8 tahun yang lalu - sempat beredar sebuah program di dunia maya yang (katanya) mampu membuat internet menjadi mesin uang. Tinggal unduh program itu, dan uang pun akan masuk ke rekening. Sistem kerjanya mirip dengan aplikasi "ATM Ponsel" : Pengguna tinggal mentransfer sejumlah uang. Nantinya dia akan menerima file yang dikirimkan oleh pemilik program via e-mail. Setelah file dimasukkan ke sistem komputer, dalam waktu singkat, uang di rekening bank akan terisi.

Nyatanya tidak demikian : Justru uang di rekening kitalah yang dikuras oleh sang Pemilik Program.

Dengan makin canggihnya teknologi, kita harus lebih waspada. Meski sedang dalam kesulitan finansial, tetapi janganlah dengan mudah tergoda oleh produk yang menawarkan "uang mudah", terutama lewat internet. Memang di dunia milenial sekarang, internet menjadi ladang untuk mendapatkan uang. Tetapi hal ini hanya berlaku untuk kegiatan transaksional, berupa jual-beli produk dan jasa. Apabila tidak ada proses tersebut, sangat tidak mungkin Anda bisa mendapatkan uang dari internet begitu saja.

Karena itu, tetap waspada dan hati-hati.....




Senin, 08 Mei 2017

Penipuan Lowongan Kerja

Salah satu praktik penipuan "kuno" yang hingga hari ini masih digunakan banyak Pelaku Kejahatan untuk menjebak korbannya adalah Penipuan dengan Membuat Lowongan Kerja Bodong.

Cara yang mereka lakukan cukup sederhana : Sang Pelaku Kejahatan akan membuat Iklan Lowongan Kerja yang (seolah-olah) menawarkan pekerjaan dengan gaji yang cukup fantastis. Agar kelihatan lebih bonafit, Pelaku Kejahatan biasanya menyewa sebuah Kantor di lokasi perkantoran yang cukup populer.

Tentu saja dengan tempat kerja yang mentereng dan lowongan pekerjaan "impian" tersebut, banyak orang yang tertarik untuk melamar. Setelah lamaran diterima oleh Pelaku Kejahatan, mulailah mereka melancarkan penipuan. Mula-mula mereka akan memanggil para Pengirim Lamaran untuk diwawancara. Wawancara akan dilakukan dengan cara yang sangat profesional (misalnya ada Tes Psikologi, Mengisi Identitas Diri, dan lain-lain). Sejauh ini, semuanya masih normal saja.

Nah, setelah melewati semua prosedur tersebut, mulailah penipuan sesungguhnya terjadi. Saat mewawancarai Pelamar, Sang Pelaku Kejahatan akan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya training atau biaya administrasi. Jumlahnya biasanya tidak besar (berkisar antara Rp 100,000 - Rp 250,000). Kadang tanpa pikir panjang, Sang Pelamar akan langsung membayar, dengan pertimbangan gaji yang diterima (berkisar antara Rp 10 juta - 25 juta) akan dapat menutupi biaya training tersebut.

Setelah menyerahkan uang, Pelamar akan disuruh menunggu 1 bulan sejak wawancara. Tentu saja setelah 1 bulan, tidak akan ada panggilan wawancara lanjutan atau konfirmasi pekerjaan. Dan ketika Pelamar mendatangi kantor tersebut, tempat itu sudah kosong. Pelaku Kejahatan sudah menghilang, dan melancarkana aksi penipuannya di tempat lain.

Teknik ini sebenarnya sudah dilakukan para pelaku sejak tahun 1990an, ketika banyak orang yang menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaan dengan jabatan tinggi dan gaji besar, tanpa perlu pengalaman apalagi kerja dari level terendah.

Di masa dulu, ketika korupsi dengan leluasa merajalela, tentu praktik ini bisa saja dilakukan. Tapi di masa kini, sepertinya sudah sulit. Terlebih proses penerimaan karyawan benar-benar melewati tahap seleksi yang sangat ketat. Jadi sudah tidak mungkin lagi orang bisa dengan mudah "menyuap" untuk mendapatkan jabatan tinggi dan gaji besar yang dia maui.

Dan perlu diingat : Jika ada perusahaan yang memberikan gaji tinggi, berarti ada tanggung jawab tinggi pula yang dituntut oleh perusahaan tersebut. Jadi jika ada perusahaan yang menawarkan sebuah pekerjaan "sederhana" dengan gaji yang sangat tinggi, waspadalah !!!! Jangan-jangan itu tipuan.

Seandainya Anda membaca ada lowongan kerja yang menawarkan gaji tinggi, yang harus Anda lakukan adalah :
1. Cek kebenaran lowongan tersebut.

2. Telusuri latar belakang perusahaan yang menawarkan pekerjaan. Di masa kini, semua informasi dengan mudah didapat lewat internet. Jika perusahaannya bonafit dan terpercaya, maka informasi perusahaan itu pasti dengan mudah kita temui di internet. Tetapi jika tidak ada informasi apapun tentang perusahaan tersebut, hati-hati saja.

3. Sebelum melamar, cek juga kantor tempat perusahaan itu berlokasi. Pastikan, apakah perusahaan itu sudah lama menetap di lokasi itu atau baru beberapa hari.

4. Saat wawancara, jika Pewawancara meminta uang dengan berbagai alasan, segera tolak permintaannya, dan tarik kembali semua berkas lamaran Anda. Saat kita melamar kerja, tidak ada perusahaan yang akan meminta uang untuk alasan apapun. Jadi sudah pasti salah jika mereka meminta uang kepada kita. Dan jika mereka meminta uang, segera batalkan niat bekerja di tempat itu, dan tarik berkas Anda. Berkas lamaran itu harus diambil agar tidak dipergunakan untuk tindakan yang merugikan Anda.

Semoga bermanfaat.





Selasa, 04 April 2017

Pejabat "Bodong" Menipu Lewat Telepon

Anda sedang mengurus perizinan usaha, tiba-tiba ditelepon "Pejabat Tinggi Negara" yang mengaku bisa membantu proses perizinan Anda biar cepat dan lancar? Hati-hati.... !!! Kemungkinan besar Anda sedang jadi incaran Penipu.

Di era 1980-an, proses pengurusan perizinan usaha memang cukup sulit. Selain proses birokrasi yang panjang dan lama, tidak jarang seseorang harus bolak-balik berkali-kali hanya untuk mengurusi 1 perizinan. Bayangkan jika dia harus mengurusi dokumen usaha yang lengkap seperti NPWP, TDP, PKP, Surat Pernyataan Departemen Kehakiman, dan lain-lain. Kalau diurusi lewat prosedur resmi, wah.... bisa berbulan-bulan baru beres.

Karena itulah, kemudian muncul para calo yang menawarkan jasa untuk mengurusi dokumen-dokumen tersebut. Meski demikian, para calo hanya sebatas "memfasilitasi" agar orang tersebut tidak perlu bolak-balik terlalu sering ke Departemen terkait. Tetapi waktu proses dokumen tetap saja tidak bisa cepat. Alhasil, muncullah "oknum orang dalam" yang menawarkan jasa mempercepat proses penyelesaian dokumen. "Oknum" tersebut memang terbukti mampu memangkas waktu menjadi sangat singkat. Namun konsekuensinya, ya... harus ada uang kompensasi cukup besar yang harus dikeluarkan. Bagi para pengusaha, itu tidak masalah, mengingat prosesnya lebih cepat dan lebih murah ketimbang mengurus sendiri.

Nah, itu cerita kelam di masa lalu.

Kisah ini sudah tidak berlaku di masa kini, terutama sejak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berdiri tahun 2002. Sejak itu, KPK - bekerja sama dengan kepolisian - dengan tegas memberantas para oknum yang berani "bermain" dan meminta kompensasi kepada masyakarat. Sudah tidak terhitung berapa banyak oknum pegawai negeri yang dijebloskan ke penjara karena tertangkap basah menerima uang atau barang sebagai imbalan jasa mereka.

Dampak dari tindakan KPK itu cukup ampuh dan membuat banyak "oknum orang dalam" menjadi ciut dan enggan "membantu" para pengusaha yang meminta mengurusi dokumen. Selain itu, Pemerintah pun telah memberlakukan sistem pengurusan dokumen yang lebih mudah dan cepat. Proses birokrasi dipangkas, sehingga ada kepastian serta kejelasan kapan dokumen yang diajukan dapat selesai.

Meski sistem birokrasi telah dipermudah, ternyata ada Penipu yang mencoba menggunakan metode kuno tersebut untuk menipu orang yang sedang mengurusi dokumen. Caranya sederhana :

Sang Penipu akan menghubungi orang yang sedang mengurusi dokumen, dan mengaku sebagai Pejabat Penting dari Departemen Terkait. Sang Penipu mengaku mampu membereskan dokumen yang sedang diajukan dengan cepat, asal diberi kompensasi dari orang yang mengajukan dokumen tersebut.

Bagaimana Sang Penipu bisa tahu identitas dan kontak orang yang mengurusi dokumen tersebut? Banyak cara. Bisa lewat dokumen yang tercecer di tempat foto kopi atau tanpa sengaja mengintip dokumen yang disiapkan di Kantor Pemerintah terkait.

Meski informasi pengurusan dokumen sudah sering dipublikasian di media, tetap saja ada orang yang terjebak dalam tipu-tipu model ini. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat banyak orang yang masih berpikir dengan cara lama, sehingga memproses dokumen pun dengan cara lama pula. Mereka lupa kalau saat ini KPK sedang memantau semua pejabat negara - dari yang tinggi hingga rendah - sehingga nyaris tidak ada pejabat yang berani macam-macam.

Saran buat Anda : Apabila saat ini Anda sedang mengurusi dokumen dan tiba-tiba ada "Pejabat" yang menghubungi Anda lalu menawarkan jasa mempercepat atau mempermudah proses pengurusan dokumen, jangan ditanggapi.

Mereka kadang berpura-pura mengatakan kalau dokumen Anda bermasalah dan mengajukan untuk membantu membereskan dokumen tersebut. Untuk meyakinkan Anda, mereka sering menyebutkan nomer dokumen serta nama pemilik dokumen. Jangan cepat percaya !! Apabila memang Dokumen Anda bermasalah, jangan tanggapi usulan orang tersebut untuk mengurusi dokumen Anda. Segeralah datangi Kantor Pemerintah tempat Anda mengurusi dokumen dan tanyakan langsung kepada Pejabat yang ada di kantor tersebut.

Dalam beberapa kasus, Sang Penipu sering mengancam akan mempersulit pengurusan dokumen Anda, bahkan mempersulit segala hal yang berhubungan dengan usaha Anda. Jika demikian, segeralah catat nomer ponsel Sang Penipu dan laporkan ke pihak yang berwajib.

Semoga bermanfaat.





Minggu, 02 April 2017

Modus Penipuan Lewat Tender

Semakin hari, teknik penipuan yang dilakukan orang semakin canggih. Salah satu teknik penipuan yang sempat marak belakangan ini adalah Modus Penipuan terhadap para pemenang tender.

Seperti yang diketahui banyak orang Pemerintah banyak menawarkan lelang proyek maupun tender kepada para pengusaha. Guna mencegah terjadinya kong-kalikong antara Pejabat dan para pengusaha, maka belakangan semua tender ditawarkan melalui situs resmi lembaga pemerintahan. Meski demikian, ternyata para penipu masih mampu menemukan celah untuk mengelabui korban mereka.

Cara yang dilakukan para penipu ini adalah mencari informasi tentang pemenang lelang lewat situs lembaga pemerintahan tersebut. Setelah mengetahui nama pemenang tender, mereka pun menghubungi layanan telepon 108 untuk mencari tahu nomer telepon sang pemenang tender.

Setelah mendapatkan nomer telepon Sang Pemenang Tender, sang Penipu pun mulai melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai Pejabat Berwenang soal tender dan meminta uang agar proyek yang akan dijalankan Sang Pemenang dapat berjalan dengan mulus. Biasanya mereka meminta uang dengan alasan untuk membantu Tamu Pejabat Tertentu, meminta tambahan biaya proyek, atau meminta "Success Fee" untuk proyek yang akan dikerjakan.

Dengan kemampuan persuasi yang dimiliki oleh Para Penipu, tidak heran jika banyak sekali para Pemenang Tender yang tertipu dan terjebak oleh Sang Penipu.

Hebatnya, Sang Penipu tidak pernah bekerja sendirian. Mereka biasanya bekerja secara berkelompok dan membentuk sebuah jaringan tertentu. Jaringan ini bekerja dengan sangat baik, sehinga dapat memastikan Korban mereka dapat tertipu. Biasanya Sang Penipu terdiri dari sekelompok orang yang telah bekerja sesuai peran mereka masing-masing : Ada yang bertugas mencari data, membuat ATM atau rekening bank palsu, dan ada yang bertugas menghubungi Calon Korban.

Tidak sedikit korban yang tertipu oleh kelompok penipu ini. Mereka tidak saja rugi jutaan, bahkan ada yang milyaran.

Untuk terhindar dari Aksi Penipuan ini, ada baiknya Anda melakukan beberapa hal preventif berikut ini :
1. Jika ada orang yang menghubungi Anda dan mengaku sebagai Pejabat yang mengurusi Tender, catat nama dan nomer teleponnya. Kalau perlu, komunikasi yang Anda lakukan dengan orang tersebut direkam selama dia menghubungi Anda.

2. Jika orang tersebut meminta uang atau fasilitas apapun dari Anda, jangan ditanggapi. Seperti Anda ketahui, KPK sedang sangat gencar mencari para pejabat publik yang berindikasi melakukan tindakan korupsi. Karena itu, sudah barang tentu sangat mustahil ada Pejabat yang "cukup berani" menghubungi Anda untuk meminta uang dan fasilitas. Mereka pasti akan berpikir ribuan kali, karena kuatir tindakan mereka akan direkam dan dilaporkan ke KPK. Jadi jika sampai ada orang yang mengaku Pejabat dan dengan berani meminta sesuatu (baik materi maupun fasilitas), sudah pasti orang itu adalah Penipu.

3. Apabila orang itu mengajak Anda bertemu, jangan ditanggapi permintaannya. Kalau pun dia memaksa, ajaklah bertemu di Kantor Pejabat Lelang. Selain ada banyak saksi, tindakan Anda untuk bertemu di tempat tersebut, akan menghindarkan Anda dari itikad jahat sang penipu. Ada kalanya para Penipu tersebut adalah orang-orang sadis, yang tidak segan-segan untuk menghabisi nyawa Anda jika tidak mau menuruti kemauan mereka. Jangan sampai harta dan nyawa Anda habis di tangan mereka. Jangan lupa, jika Anda terpaksa harus bertemu orang itu, ajaklah petugas keamanan yang dapat memastikan keselamatan Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat ....