Kamis, 10 Agustus 2017

Modus Penipuan Penggalangan Dana Sosial

Salah satu sifat - yang menjadi ciri khas - bangsa Indonesia adalah : Memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Jika ada musibah atau seseorang butuh bantuan, pasti akan banyak yang segera menolong. Sebenarnya semangat gotong-royong dan saling membantu ini sangat baik. Sayangnya, banyak orang tidak bertanggung jawab yang justru memanfaatkan rasa sosial masyarakat Indonesia untuk kepentingan pribadinya, alias melakukan penipuan.

Seperti yang terjadi bulan Mei 2017 kemarin, di mana diberitakan ada seseorang berinisial CB melalui website miliknya mengajak masyarakat untuk menggalang dana guna membantu sebuah keluarga miskin. Selain melalui situs lama pribadinya, dia pun aktif menggalang dana lewat jejaring sosial seperti IG, FB, dan lain-lain. Alhasil, terkumpul dana dengan nilai yang cukup fantastis : Rp 1,2 milyar.

Meski sudah terkumpul, namun realisasi menyumbangkan dana tersebut tidak pernah terjadi. Alih-alih dana disumbangkan, para netizen justru "memergoki" akun pribadi CB yang menampilkan foto CB sedang memamerkan mobil dan ponsel keluaran terbaru yang dibelinya, dan disinyalir dibeli dengan uang sumbangan para netizen.

Hal ini membuat para netizen berang dan mengadukan CB ke pihak berwajib. CB berusaha menjelaskan kalau kendaraan dan ponsel yang dibelinya itu akan digunakan untuk keperluan operasionalnya. Meski demikian, netizen tidak mau mempercayainya.

Kasus ini semakin membesar, sehingga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat memanggil CB untuk menjelaskan perihal dana donasi yang dikumpulkan CB tersebut.

Setahu kasus ini masih terus berlanjut di ranah hukum.

Kasus ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati lagi dalam memberikan sumbangan atau menggalang dana. Memang tidak salah jika kita punya niat untuk membantu orang. Tetapi jika bantuan kita tidak dipakai semestinya tetapi justru dipakai untuk kepentingan pribadi orang yang menerima (misalnya untuk berfoya-foya), tentu kita pun tidak terima.

Karena itu, jika Anda berniat memberikan sumbangan atau membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan secara finansial, beberapa hal yang bisa Anda lakukan :
1. Menitipkan sumbangan Anda ke dinas-dinas terkait (dalam hal ini Dinas Sosial), karena dengan demikian, Anda dapat memastikan kalau sumbangan yang Anda berikan pasti tepat sasaran dan sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan.

2. Apabila Anda ingin memberi langsung, pastikan latar-belakang orang yang akan menerima sumbangan Anda tersebut : Bagaimana kondisi keluarganya? Bagaimana kehidupan orang tersebut (apakah sebenarnya hidup berkecukupan, malas kerja, atau mengalami cacat fisik yang tidak memungkinkan bagi dirinya untuk bekerja)?

3. Apabila Anda memang ingin berdonasi tetapi ingin melalui situs-situs sosial (biar keliatan gaya..), pastikan situs tersebut terdaftar di Dinas Sosial terkait dan legal. Hal ini bisa dibuktikan situs tersebut dengan menunjukkan nomer ijin Dinas Sosial. Apabila tidak ada, jangan donasikan uang Anda ke sana.

4. Apabila ada yang mengajak penggalangan dana lewat Jejaring Sosial (Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain), saya menyarakan Anda melakukan cek dan ricek. Yakinkan kalau penggalangan dana itu beneran dan memang untuk orang yang membutuhkan. Akan jauh lebih baik jika Anda sendiri yang menyerahkan donasi ke orang yang membutuhkan tersebut, tidak perlu dikumpulkan ke "Panitia Penyelenggara" kegiatan penggalangan dana di Jejaring Sosial tersebut, karena mereka tidak berkepentingan untuk menerima uang donasi kita (kecuali mereka adalah keluarga dari orang yang membutuhkan dana. Itu pun harus Anda pastikan kalau mereka benar-benar memang dalam posisi sebagai orang yang bertanggung jawab mengumpulkan dan menyerahkan donasi pada yang membutuhkan).

Demikian dari saya. Kiranya bermanfaat.