Selasa, 26 September 2017

Modus Penipuan Paket Pernikahan Murah

Anda sekarang sedang mencari Wedding Organizer (WO) yang menyediakan Paket Pernikahan? Hati-hati, karena ternyata belakangan ini muncul WO abal-abal yang menawarkan Paket Pernikahan Super Murah, namun ujung-ujungnya justru merugikan konsumen.

Seperti yang terjadi di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Sebuah WO menawarkan Paket Pernikahan Super Murah yang harganya sebenarnya sangat tidak wajar. Bayangkan saja, dengan harga Rp 45 juta, WO tersebut menawarkan fasilitas make-up komplit untuk pasangan pengantin, hotel berbintang 4 untuk pasangan pengantin dan keluarganya, gedung pernikahan (biasanya di hotel berbintang 4 atau gedung mewah), kue pernikahan, kendaraan selama acara pernikahan, dan paket wisata ke Lombok selama 4 hari 3 malam.


Secara logika, penawaran ini memang tidak masuk akal. Tetapi banyak calon pasangan pengantin yang menutup mata dan akhirnya memilih paket pernikahan dari WO tersebut. Akibatnya sudah bisa ditebak : Para calon pasangan pengantin tersebut tertipu dan tidak dapat melakukan acara sakral mereka tersebut.

Dari fakta yang saya temukan, WO yang melakukan penipuan ini sebenarnya sudah menjalankan bisnis tipu-tipu demikian sejak 2014 silam. Lha, jika demikian, bagaimana mereka bisa melakukan aksinya dan baru ketahuan belakangan ini?

Rupanya dalam menjalankan penipuan ini, mereka melakukan sistem "gali lubang, tutup lubang". Dengan menawarkan Paket Pernikahan Super Murah, mereka menjaring banyak konsumen. Nah, uang yang digunakan dari konsumen tersebut mereka gunakan untuk membayar DP saja ke pihak pemilik gedung atau hotel, salon, catering, dan lain-lain. Seharusnya sebelum acara dilakukan, pihak WO wajib melunasi pembayaran. Tetapi lewat negosiasi dan perjanjian tertentu, WO tidak perlu melunasi pembayaran dan bisa membayar secara menyicil setelah acara selesai.

Itulah mengapa Paket Pernikahan yang dilakukan WO tersebut dapat berjalan dengan baik selama bertarun-tahun. Dengan cara demikian, tentu saja banyak pasangan pengantin yang puas, lalu menceritakan hal ini kepada teman-temannya. Dan WO itu kembali kebanjiran paket pernikahan.

Ketika mereka mendapatkan pekerjaan kembali, uang yang mereka dapat untuk calon konsumen mereka, kembali diputar : Dipakai untuk melunasi atau menyicil pembayaran dari Gedung, Catering, dan lain-lain.

Demikian siklus ini terjadi terus-menerus.

Hingga pada satu titik, ketika konsumen mereka berkurang, mulailah masalah terjadi. WO tidak punya uang lagi untuk melakukan DP, pelunasan, maupun membayar cicilan. Akibatnya sudah bisa ditebak : Pihak Gedung, Salon, Catering, dan lain-lain tidak bersedia menyiapkan fasilitas untuk WO itu sebelum mereka melunasi pembayaran. Akibatnya banyak pernikahan tidak bisa terlaksana lantaran WO tidak bisa membayar kepada koleganya.

Untuk bisa mendapatkan uang kembali, WO kembali meluncurkan paket pernikahan yang lebih murah lagi. Meski cara ini berhasil, tetapi risiko yang dihadapi WO tersebut makin tinggi karena makin banyak calon konsumennya yang mungkin tidak bisa melakukan pernikahan karena uang mereka justru dipakai untuk melunasi paket pernikahan yang sebelumnya dinikmati pasangan lain.

Puncaknya di bulan September 2017 ini, bom waktu itu pun meledak. Para konsumen WO tersebut mengadu kepada pihak berwajib karena mereka tidak dapat melaksanakan pesta pernikahan mereka sesuai waktu yang disepakati.

Belajar dari kasus WO di Depok ini, ada baiknya Anda - yang sedang mencari WO untuk mempersiapkan acara pernikahan Anda sendiri - sebaiknya lebih waspada dalam mencari WO. Ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum memilih WO :
1. Milikilah pengetahuan mengenai estimasi biaya dasar untuk acara pernikahan Anda. Semisal ada WO yang menawarkan Paket Pernikahan, pelajari apa saja komponen paket tersebut. Semisal disebut komponen paket termasuk Gedung Pernikahan, Makan, hotel, salon, kendaraan, kue pengantin, dan lain-lain. Maka tanyakan WO kira-kira Gedung Pernikahannya di mana, makannya apa, hotelnya di mana, dan seterusnya.

Setelah mendapatkan semua informasi, segera lakukan pengecekan estimasi biaya komponen-komponen tersebut LANGSUNG dari pihak pemilik fasilitas (bukan dari WO). Dari harga yang kita dapatkan, biasanya lebih mahal 5 - 15% lebih mahal daripada yang ditawarkan WO. Selama akumulasi total semua komponen pernikahan itu tidak lebih dari 20 - 25%, maka Paket Pernikahan yang ditawarkan WO itu tergolong wajar dan masuk akal.


2. Pastikan WO yang akan menangani pernikahan Anda punya track-record yang baik. Paling tidak, WO tersebut bukan WO baru dan sudah secara konsisten menangani acara pernikahan dengan baik untuk jangka waktu tertentu. Hal ini bisa dilihat dari Website yang mereka miliki, komentar konsumen mereka yang ada di jejaring sosial (bisa ditelusuri dengan menjadi anggota jejaring WO tersebut di Line, Instagram, Facebook, dan lain-lain).


3. Waspadalah jika ada WO yang tiba-tiba menawarkan Paket Pernikahan DISKON. Jika mereka sampai mengeluarkan paket tersebut, maka Anda harus waspada, karena belum pernah ada WO yang menawarkan Paket Pernikahan Diskon. Hal ini bisa jadi pertanda kalau WO tersebut sedang bermasalah dalam keuangan dan sangat membutuhkan "suntikan dana" dari calon konsumen, atau WO tersebut sedang menjaring korban untuk mereka tipu. Jangan pernah mau menerima WO yang secara spesifik menawarkan Paket Pernikahan DISKON via jejaring sosial dan lain-lain.


4. Dan yang paling penting : Pastikan Anda kenal baik dengan pemilik WO. Jika Pemilik WO Anda kenal, maka sudah pasti Anda tahu dia tinggal di mana, dan bagaimana kondisi keluarganya. Meski tidak menjamin, tetapi minimal jika terjadi apa-apa yang membuat acara pernikahan Anda tidak terlaksana, Anda dapat segera mendatangi Pemilik WO tersebut dan dapat memastikan dia tidak akan melarikan diri dari tanggung jawab.


Semoga bermanfaat.....



Rabu, 20 September 2017

Modus Perampokan dengan Menabrakkan Mobil

Berhati-hatilah Anda yang berkendara di malam hari atau di tempat sepi, karena belakangan ini - terutama di kota-kota besar - sedang berkeliaran oknum pelaku kejahatan yang mengincar. Aksi yang mereka lakukan tergolong cukup berani dan berbahaya.

Biasanya para pelaku menyewa mobil lalu mencari calon korban mereka di tempat gelap atau sepi. Korban yang mereka incar adalah wanita atau remaja yang mengendarai mobil sendirian. Setelah menemukan calon korban mereka, maka sang pelaku akan berpura-pura menabrakkan mobil mereka ke mobil korban. Tentu saja hal itu akan membuat Korban marah, sehingga menghentikan mobil.

Sang Oknum akan berpura-pura minta maaf dan bersedia mengganti kerusakan mobil. Dengan berpura-pura tidak membawa uang, maka sang pelaku mengajak korbannya untuk mengikutinya ke ATM.  Tanpa diketahui korban, sebenarnya Sang Pelaku sedang membawa korban ke lokasi teman-temannya. Setelah tiba di sana (biasanya di gerai ATM), sang Pelaku akan mengajak korban masuk ke mesin ATM untuk mengambil uang.

Nah, pada saat korban sudah masuk ke Gerai ATM, teman-teman sang pelaku - yang tadinya bersembunyi - akan ikut masuk dan mengepung sang korban. Mereka akan memaksa korban untuk menguras ATM-nya. Tidak hanya itu, mereka juga akan mengambil semua barang berharga korban, termasuk mobilnya.

Tindakan kejahatan ini sangat membahayakan nyawa korban, karena tidak sedikit pelaku yang melakukan penganiayaan jika korban melawan.

Untuk menghindari diri dari tindak kejahatan ini, sebaiknya Anda melakukan hal berikut :
1. Jika pulang malam hari dan membawa kendaraan sendiri, pastikan Anda tidak pulang sendirian atau melewati jalan yang sepi.

2. Jika terpaksa harus melewati jalan yang sepi, waspadalah dalam berkendara. Jika melihat ada pengendara yang mencoba memepet kendaraan Anda, sebaiknya tancap gas atau mengambil jalan lain, menghindari mobil tersebut.

3. Jika ada kendaraan yang (sengaja) menabrak mobil Anda, jangan turun. Tapi foto plat nomer dan jenis kendaraan yang menabrak mobil Anda tersebut. Segeralah pergi dan laporkan kejadian penabrakan itu pada polisi.

Semoga informasi ini berguna....


Minggu, 03 September 2017

Penipuan Travel Murah

Beberapa minggu terakhir ini, Indonesia dihebohkan dengan aksi "dugaan" penipuan yang dilakukan oleh sebuah travel terkenal yang berkantor-pusat di Jakarta. Travel ini ditengarai menipu konsumennya dengan tidak memberangkatkan mereka yang telah mendaftar umroh. Jumlah konsumen yang dianggap tertipu tidak tanggung-tanggung : Ribuan... !!!

Lebih mengejutkan lagi, keuangan travel tersebut pun bermasalah, sehingga dapat dipastikan hampir semua konsumennya tidak mungkin bisa berangkat umroh meski sudah membayar lunas jauh-jauh hari sebelumnya.

Bagaimana travel tersebut bisa memperdaya para konsumennya?

Travel tersebut menggunakan cara yang terbilang cukup berani dan sangat berisiko : Skema Ponzi.

Apa itu Skema Ponzi?

Bagi orang-orang yang bekerja di dunia MLM (Multi-Level Marketing) tentu sangat akrab dengan skema ini. Skema Ponzi / Ponzi Scheme / Ponzi Game adalah sebuah "permainan" uang yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang merugikan pesertanya, terutama orang-orang yang "bermain" belakangan.

(Dalam artikel ini, Skema Ponzi saya sebut sebagai "permainan" karena ada beberapa pihak yang masih melakukan cara ini dan keberatan jika disebut "penipu", karena mereka tidak menganggap telah menipu orang lain, dan para peserta sadar dengan risiko yang mereka hadapi jika mengikuti "permainan" ini. Okelah kalau begitu.... Anggap saja Anda benar....)

"Permainan" Ponzi biasanya merupakan "permainan" investasi di mana Investor yang diiming-imingi akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika menyimpan dana ke orang yang mengajak "permainan" tersebut. Padahal uang mereka justru digunakan untuk membayar Investor yang sudah duluan menyetor uang. Karena uang tidak pernah diolah namun diputar dari Investor baru ke investor lama, lama-kelamaan uang akan habis. Dan sudah dapat ditebak, para Investor yang belakangan menyimpan uangnya tidak akan meraih keuntugan apa-apa. Bahkan mereka akan merugi karena uang yang mereka setorkan sudah dipakai untuk membayar investor sebelumnya.

Bagaimana dengan trik yang dilakukan Travel tersebut? Ternyata caranya tidak jauh beda.

Untuk memperdaya para konsumennya, mereka menawarkan paket Umroh murah, bahkan jauh lebih murah daripada paket umroh pada umumnya yang ditawarkan travel lain. Tentu saja paket itu langsung mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen. Dan dengan cepat mereka mendapatkan konsumen yang sangat banyak.

Masalahnya, karena paket itu sangat murah, dana yang seharusnya untuk umroh tidak cukup untuk memberangkatkan semua pendaftar. Sehingga dengan menggunakan berbagai alasan, Travel tersebut mengulur-ulur keberangkatan para konsumennya. Meski demikian, mereka tetap memberangkatkan "sebagian kecil" peserta untuk membuktikan kalau mereka tidak berbohong.

Dengan adanya konsumen yang berangkat jelas akan mematahkan keraguan para konsumen kalau Travel tersebut berbohong. Jadi mereka bisa menerima alasan-alasan yang diberikan travel tersebut - meski alasan yang diberikan tidak masuk akal - dan setuju jika keberangkatan mereka ke Tanah Suci diundur.

Namun kesabaran manusia ada batasnya. Setelah sekian tahun tidak juga berangkat, para konsumen pun mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka. Karena tidak mendapat jawaban pasti, para konsumen pun melaporkan travel tersebut ke polisi.

Benar saja.

Setelah diselidiki, ditemukan fakta kalau Travel tersebut sama sekali sudah tidak punya uang lagi untuk memproses keberangkatan para konsumennya. Jangankan untuk memesan tiket, hutang pengurusan Visa, booking pesawat, akomodasi, dan makan di Tanah Suci yang bernilai ratusan juta saja mereka tidak sanggup bayar. Dan lebih mengagetkan lagi, ternyata semua uang konsumen justru digunakan oleh pemilik Travel untuk "memanjakan diri" mereka sendiri dengan berwisata mewah dan berfoya-foya.

Akibatnya sudah tidak ada ampun : Pemilik travel pun ditahan oleh Pihak Berwajib dan harta mereka disita sebagai barang bukti. Bahkan orang-orang yang terkait dengan travel itu pun turut ditahan oleh Pihak Berwajib untuk dimintai keterangannya.

Penipuan Travel Murah ini ternyata bukan kali ini terjadi. Karena pasca penahanan pemilik travel di Jakarta, Polisi menemukan ada 4 travel lain yang melakukan cara serupa untuk menipu konsumennya. Akibatnya Pemilik travel itu pun turut diamankan Pihak Berwajib.

Dengan adanya fenomena Travel yang menawarkan paket murah, ternyata justru bodong, maka tidak ada salahnya kita harus lebih waspada dalam memilih travel saat berencana ke luar negeri. Jangan tergoda dengan promo dan paket murah yang belum tentu bisa kita dapatkan. Salah-salah, uang hilang, kita pun tidak bisa berangkat.

Ada baiknya pula Anda melakukan pengecekan latar-belakang dan memastikan keabsahan travel tempat kita membeli tiket atau paket ke luar negeri. Pastikan travel itu tidak pernah bermasalah sebelumnya dan memiliki rekor baik yang panjang.

Pesan tiket secara Online? Hmmm... boleh juga. Tetapi tetap waspada, mengingat bisnis Travel Online yang sedang ramai dan berkembang saat ini belum memiliki rekor yang panjang. Untuk perjalanan jarak pendek dan waktu singkat, bolehlah menggunakan jasa Travel Online. Tetapi jika unttuk perjalanan jauh yang biayanya cukup besar, sebaiknya Anda waspada dan hati-hati jika memutuskan menggunakan Travel Online.

Semoga bermanfaat .....