Selasa, 04 April 2017

Pejabat "Bodong" Menipu Lewat Telepon

Anda sedang mengurus perizinan usaha, tiba-tiba ditelepon "Pejabat Tinggi Negara" yang mengaku bisa membantu proses perizinan Anda biar cepat dan lancar? Hati-hati.... !!! Kemungkinan besar Anda sedang jadi incaran Penipu.

Di era 1980-an, proses pengurusan perizinan usaha memang cukup sulit. Selain proses birokrasi yang panjang dan lama, tidak jarang seseorang harus bolak-balik berkali-kali hanya untuk mengurusi 1 perizinan. Bayangkan jika dia harus mengurusi dokumen usaha yang lengkap seperti NPWP, TDP, PKP, Surat Pernyataan Departemen Kehakiman, dan lain-lain. Kalau diurusi lewat prosedur resmi, wah.... bisa berbulan-bulan baru beres.

Karena itulah, kemudian muncul para calo yang menawarkan jasa untuk mengurusi dokumen-dokumen tersebut. Meski demikian, para calo hanya sebatas "memfasilitasi" agar orang tersebut tidak perlu bolak-balik terlalu sering ke Departemen terkait. Tetapi waktu proses dokumen tetap saja tidak bisa cepat. Alhasil, muncullah "oknum orang dalam" yang menawarkan jasa mempercepat proses penyelesaian dokumen. "Oknum" tersebut memang terbukti mampu memangkas waktu menjadi sangat singkat. Namun konsekuensinya, ya... harus ada uang kompensasi cukup besar yang harus dikeluarkan. Bagi para pengusaha, itu tidak masalah, mengingat prosesnya lebih cepat dan lebih murah ketimbang mengurus sendiri.

Nah, itu cerita kelam di masa lalu.

Kisah ini sudah tidak berlaku di masa kini, terutama sejak KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berdiri tahun 2002. Sejak itu, KPK - bekerja sama dengan kepolisian - dengan tegas memberantas para oknum yang berani "bermain" dan meminta kompensasi kepada masyakarat. Sudah tidak terhitung berapa banyak oknum pegawai negeri yang dijebloskan ke penjara karena tertangkap basah menerima uang atau barang sebagai imbalan jasa mereka.

Dampak dari tindakan KPK itu cukup ampuh dan membuat banyak "oknum orang dalam" menjadi ciut dan enggan "membantu" para pengusaha yang meminta mengurusi dokumen. Selain itu, Pemerintah pun telah memberlakukan sistem pengurusan dokumen yang lebih mudah dan cepat. Proses birokrasi dipangkas, sehingga ada kepastian serta kejelasan kapan dokumen yang diajukan dapat selesai.

Meski sistem birokrasi telah dipermudah, ternyata ada Penipu yang mencoba menggunakan metode kuno tersebut untuk menipu orang yang sedang mengurusi dokumen. Caranya sederhana :

Sang Penipu akan menghubungi orang yang sedang mengurusi dokumen, dan mengaku sebagai Pejabat Penting dari Departemen Terkait. Sang Penipu mengaku mampu membereskan dokumen yang sedang diajukan dengan cepat, asal diberi kompensasi dari orang yang mengajukan dokumen tersebut.

Bagaimana Sang Penipu bisa tahu identitas dan kontak orang yang mengurusi dokumen tersebut? Banyak cara. Bisa lewat dokumen yang tercecer di tempat foto kopi atau tanpa sengaja mengintip dokumen yang disiapkan di Kantor Pemerintah terkait.

Meski informasi pengurusan dokumen sudah sering dipublikasian di media, tetap saja ada orang yang terjebak dalam tipu-tipu model ini. Hal ini bisa dimaklumi, mengingat banyak orang yang masih berpikir dengan cara lama, sehingga memproses dokumen pun dengan cara lama pula. Mereka lupa kalau saat ini KPK sedang memantau semua pejabat negara - dari yang tinggi hingga rendah - sehingga nyaris tidak ada pejabat yang berani macam-macam.

Saran buat Anda : Apabila saat ini Anda sedang mengurusi dokumen dan tiba-tiba ada "Pejabat" yang menghubungi Anda lalu menawarkan jasa mempercepat atau mempermudah proses pengurusan dokumen, jangan ditanggapi.

Mereka kadang berpura-pura mengatakan kalau dokumen Anda bermasalah dan mengajukan untuk membantu membereskan dokumen tersebut. Untuk meyakinkan Anda, mereka sering menyebutkan nomer dokumen serta nama pemilik dokumen. Jangan cepat percaya !! Apabila memang Dokumen Anda bermasalah, jangan tanggapi usulan orang tersebut untuk mengurusi dokumen Anda. Segeralah datangi Kantor Pemerintah tempat Anda mengurusi dokumen dan tanyakan langsung kepada Pejabat yang ada di kantor tersebut.

Dalam beberapa kasus, Sang Penipu sering mengancam akan mempersulit pengurusan dokumen Anda, bahkan mempersulit segala hal yang berhubungan dengan usaha Anda. Jika demikian, segeralah catat nomer ponsel Sang Penipu dan laporkan ke pihak yang berwajib.

Semoga bermanfaat.





Minggu, 02 April 2017

Modus Penipuan Lewat Tender

Semakin hari, teknik penipuan yang dilakukan orang semakin canggih. Salah satu teknik penipuan yang sempat marak belakangan ini adalah Modus Penipuan terhadap para pemenang tender.

Seperti yang diketahui banyak orang Pemerintah banyak menawarkan lelang proyek maupun tender kepada para pengusaha. Guna mencegah terjadinya kong-kalikong antara Pejabat dan para pengusaha, maka belakangan semua tender ditawarkan melalui situs resmi lembaga pemerintahan. Meski demikian, ternyata para penipu masih mampu menemukan celah untuk mengelabui korban mereka.

Cara yang dilakukan para penipu ini adalah mencari informasi tentang pemenang lelang lewat situs lembaga pemerintahan tersebut. Setelah mengetahui nama pemenang tender, mereka pun menghubungi layanan telepon 108 untuk mencari tahu nomer telepon sang pemenang tender.

Setelah mendapatkan nomer telepon Sang Pemenang Tender, sang Penipu pun mulai melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai Pejabat Berwenang soal tender dan meminta uang agar proyek yang akan dijalankan Sang Pemenang dapat berjalan dengan mulus. Biasanya mereka meminta uang dengan alasan untuk membantu Tamu Pejabat Tertentu, meminta tambahan biaya proyek, atau meminta "Success Fee" untuk proyek yang akan dikerjakan.

Dengan kemampuan persuasi yang dimiliki oleh Para Penipu, tidak heran jika banyak sekali para Pemenang Tender yang tertipu dan terjebak oleh Sang Penipu.

Hebatnya, Sang Penipu tidak pernah bekerja sendirian. Mereka biasanya bekerja secara berkelompok dan membentuk sebuah jaringan tertentu. Jaringan ini bekerja dengan sangat baik, sehinga dapat memastikan Korban mereka dapat tertipu. Biasanya Sang Penipu terdiri dari sekelompok orang yang telah bekerja sesuai peran mereka masing-masing : Ada yang bertugas mencari data, membuat ATM atau rekening bank palsu, dan ada yang bertugas menghubungi Calon Korban.

Tidak sedikit korban yang tertipu oleh kelompok penipu ini. Mereka tidak saja rugi jutaan, bahkan ada yang milyaran.

Untuk terhindar dari Aksi Penipuan ini, ada baiknya Anda melakukan beberapa hal preventif berikut ini :
1. Jika ada orang yang menghubungi Anda dan mengaku sebagai Pejabat yang mengurusi Tender, catat nama dan nomer teleponnya. Kalau perlu, komunikasi yang Anda lakukan dengan orang tersebut direkam selama dia menghubungi Anda.

2. Jika orang tersebut meminta uang atau fasilitas apapun dari Anda, jangan ditanggapi. Seperti Anda ketahui, KPK sedang sangat gencar mencari para pejabat publik yang berindikasi melakukan tindakan korupsi. Karena itu, sudah barang tentu sangat mustahil ada Pejabat yang "cukup berani" menghubungi Anda untuk meminta uang dan fasilitas. Mereka pasti akan berpikir ribuan kali, karena kuatir tindakan mereka akan direkam dan dilaporkan ke KPK. Jadi jika sampai ada orang yang mengaku Pejabat dan dengan berani meminta sesuatu (baik materi maupun fasilitas), sudah pasti orang itu adalah Penipu.

3. Apabila orang itu mengajak Anda bertemu, jangan ditanggapi permintaannya. Kalau pun dia memaksa, ajaklah bertemu di Kantor Pejabat Lelang. Selain ada banyak saksi, tindakan Anda untuk bertemu di tempat tersebut, akan menghindarkan Anda dari itikad jahat sang penipu. Ada kalanya para Penipu tersebut adalah orang-orang sadis, yang tidak segan-segan untuk menghabisi nyawa Anda jika tidak mau menuruti kemauan mereka. Jangan sampai harta dan nyawa Anda habis di tangan mereka. Jangan lupa, jika Anda terpaksa harus bertemu orang itu, ajaklah petugas keamanan yang dapat memastikan keselamatan Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat ....