Minggu, 02 April 2017

Modus Penipuan Lewat Tender

Semakin hari, teknik penipuan yang dilakukan orang semakin canggih. Salah satu teknik penipuan yang sempat marak belakangan ini adalah Modus Penipuan terhadap para pemenang tender.

Seperti yang diketahui banyak orang Pemerintah banyak menawarkan lelang proyek maupun tender kepada para pengusaha. Guna mencegah terjadinya kong-kalikong antara Pejabat dan para pengusaha, maka belakangan semua tender ditawarkan melalui situs resmi lembaga pemerintahan. Meski demikian, ternyata para penipu masih mampu menemukan celah untuk mengelabui korban mereka.

Cara yang dilakukan para penipu ini adalah mencari informasi tentang pemenang lelang lewat situs lembaga pemerintahan tersebut. Setelah mengetahui nama pemenang tender, mereka pun menghubungi layanan telepon 108 untuk mencari tahu nomer telepon sang pemenang tender.

Setelah mendapatkan nomer telepon Sang Pemenang Tender, sang Penipu pun mulai melakukan aksinya dengan berpura-pura sebagai Pejabat Berwenang soal tender dan meminta uang agar proyek yang akan dijalankan Sang Pemenang dapat berjalan dengan mulus. Biasanya mereka meminta uang dengan alasan untuk membantu Tamu Pejabat Tertentu, meminta tambahan biaya proyek, atau meminta "Success Fee" untuk proyek yang akan dikerjakan.

Dengan kemampuan persuasi yang dimiliki oleh Para Penipu, tidak heran jika banyak sekali para Pemenang Tender yang tertipu dan terjebak oleh Sang Penipu.

Hebatnya, Sang Penipu tidak pernah bekerja sendirian. Mereka biasanya bekerja secara berkelompok dan membentuk sebuah jaringan tertentu. Jaringan ini bekerja dengan sangat baik, sehinga dapat memastikan Korban mereka dapat tertipu. Biasanya Sang Penipu terdiri dari sekelompok orang yang telah bekerja sesuai peran mereka masing-masing : Ada yang bertugas mencari data, membuat ATM atau rekening bank palsu, dan ada yang bertugas menghubungi Calon Korban.

Tidak sedikit korban yang tertipu oleh kelompok penipu ini. Mereka tidak saja rugi jutaan, bahkan ada yang milyaran.

Untuk terhindar dari Aksi Penipuan ini, ada baiknya Anda melakukan beberapa hal preventif berikut ini :
1. Jika ada orang yang menghubungi Anda dan mengaku sebagai Pejabat yang mengurusi Tender, catat nama dan nomer teleponnya. Kalau perlu, komunikasi yang Anda lakukan dengan orang tersebut direkam selama dia menghubungi Anda.

2. Jika orang tersebut meminta uang atau fasilitas apapun dari Anda, jangan ditanggapi. Seperti Anda ketahui, KPK sedang sangat gencar mencari para pejabat publik yang berindikasi melakukan tindakan korupsi. Karena itu, sudah barang tentu sangat mustahil ada Pejabat yang "cukup berani" menghubungi Anda untuk meminta uang dan fasilitas. Mereka pasti akan berpikir ribuan kali, karena kuatir tindakan mereka akan direkam dan dilaporkan ke KPK. Jadi jika sampai ada orang yang mengaku Pejabat dan dengan berani meminta sesuatu (baik materi maupun fasilitas), sudah pasti orang itu adalah Penipu.

3. Apabila orang itu mengajak Anda bertemu, jangan ditanggapi permintaannya. Kalau pun dia memaksa, ajaklah bertemu di Kantor Pejabat Lelang. Selain ada banyak saksi, tindakan Anda untuk bertemu di tempat tersebut, akan menghindarkan Anda dari itikad jahat sang penipu. Ada kalanya para Penipu tersebut adalah orang-orang sadis, yang tidak segan-segan untuk menghabisi nyawa Anda jika tidak mau menuruti kemauan mereka. Jangan sampai harta dan nyawa Anda habis di tangan mereka. Jangan lupa, jika Anda terpaksa harus bertemu orang itu, ajaklah petugas keamanan yang dapat memastikan keselamatan Anda.

Semoga informasi ini bermanfaat ....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar