Kamis, 10 Maret 2016

Penipuan Pura-Pura Teman Lama

Sebenarnya ini teknik penipuan klasik yang sudah banyak diketahui banyak orang. Tapi entah mengapa, masih banyak orang yang terjebak tipuan jenis ini, sehingga mengalami kerugian finansial yang cukup besar.

Teknik ini memanfaatkan kelemahan daya ingat kita, sekaligus rasa kangen kepada teman lama. Setelah lulus sekolah, kita biasa pindah ke kota lain dan tidak bertemu dengan teman lama kita sekian tahun.  Untuk mengurangi rasa kangen, banyak dari kita yang kemudian berhubungan dengan rekan kita di sosial media. Masalahnya, di sosial media, kita hanya bisa ingat wajahnya saja. Sedangkan suara dan kebiasaannya mungkin sudah berubah total. Hal inilah yang kemudian digunakan oleh para pelaku untuk menipu kita.

Cara yang dilakukannya adalah dengan menelepon kita, dan menyapa kita seolah-olah dia adalah teman lama kita.

"Hai, Bro Soni," sapanya dengan ramah saat telepon kita angkat.

Tentu saat disapa demikian, kita akan menduga-duga siapa dia.

"Maaf, dengan siapa ya? " itu adalah reflek pertama saat menerima telepon dari orang yang tidak kita kenal.

"Ini lho, kawan lamamu waktu masih SD. Masa sudah lupa?" ucapnya lagi, seolah-olah ingin meyakinkan kita kalau dia memang kenal baik dengan kita. "Duh... kamu tuh ya. Mentang-mentang sudah jadi Bos, lupa aja sama teman seperjuangan. Kamu dulu lupa ya, kita pernah sama-sama nyuri rambutannya Pak Engkus di depan sekolah. Trus kita juga pernah disetrap bareng Pak Karyo karena terlambat ke sekolah. Wa... Teman Seperjuangan jangan dilupain kayak gitu dong..."

Sebenarnya cara si penipu itu hanyalah untuk menggiring kita untuk mengira-ngira kalau dia adalah salah seorang sahabat yang memang pernah kita kenal sebelumnya di waktu kecil. Hal ini membuat kita tanpa sadar mengingat-ingat orangnya, dan menyebut satu nama.

"Ini Sandy ya?" tebak kita.

"Ya, benar...!" Jawab orang yang menelepon kita itu. "Ini Sandy, Bro Soni. Akhirnya kamu ingat aku juga. Apa kabarmu di sana?"

Dan dengan ramah dan lancarnya, dia pun bercerita ngalur-ngidul dan terus memastikan kalau dia memang orang yang kita pernah kenal di masa lalu. Biasanya percakapan itu kemudian diakhiri dengan permintaan tolong darinya agar kita bisa membantunya dari segi finansial. Dia akan menceritakan kondisi keuangannya yang sedang kesusahan, dan minta bantuan kita sebagai "sahabat lama" untuk bisa membantunya.

Biasanya tanpa sadar, karena naluri ingin membantu teman, kita pun bersedia membantu dengan mentrasferkan uang padanya.

Setelah mentransfer uang kepada "sahabat lama" kita itu, dia pun menghilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

Banyak orang yang mengatakan mereka "dihipnotis" oleh Si Penipu lewat telepon, sehingga menuruti apa maunya Si Penipu tersebut. Padahal faktanya, Sang Penipu hanya memainkan emosi sang penerima telepon saja, dan membuatnya masuk dalam perasaan nostalgia (hal yang umum dialami dan dirasakan banyak orang, manakala dia sudah lama tidak bertemu kawan-kawan masa sekolah dulu). Dalam kondisi demikian, seseorang mudah sekali dipengaruhi untuk diminta "membantu" kawan lama, apalagi kawan lama tersebut menyebutkan dirinya punya "sejarah persahabatan yang kental" dengan orang yang ditelepon.

Pertanyaan yang kemudian muncul : Bagaimana Sang Penipu bisa tahu banyak tentang masa lalu kita, terutama latar belakang kita, dan mampu berucap seolah-olah dia kenal baik dengan kita? Dan darimana dia bisa tahu nomer telepon kita?

Tidak sulit rasanya untuk mendapatkan informasi tentang siapapun di masa kini. Lewat Jejaring Pertemanan, latar belakang siapapun dapat dengan mudah didapat. Cukup berteman dengan orang tersebut, maka kita dapat membaca semua informasi tentang orang tersebut, mulai dari nomer telepon, tempat tinggal, sekolah, dan teman-temannya. Bahkan jika Sang Penipu rajin ngulik saja, dia akan dapat menemukan siapa saja guru, sahabat, keluarga, dan apa saja kejadian-kejadian menarik masa muda atau masa kecil calon korban (thanks God buat foto-foto dan cerita masa lalu yang diunduh oleh para pengguna jejaring sosial ...). Dengan segudang informasi demikian, rasanya tidak sulit untuk menjebak Sang Korban dan membuatnya percaya kalau yang menelepon adalah "sahabat masa kecil yang dulu pernah seperjuangan dengannya".

Jadi tidak heran jika banyak orang yang kemudian terjebak dan tertipu oleh para penipu yang berpura-pura jadi teman lama itu.

Agar Anda tidak jadi korban berikutnya, guna menghindarkan diri jadi korban, ada baiknya Anda waspada dan melakukan hal berikut :
1. Jangan memasang nomer telepon dan alamat Anda di Jejaring Sosial.
2. Jangan terlalu terbuka menampilkan foto dan cerita masa lalu Anda. Semuanya bisa menjadi bahan referensi Pelaku Kejahatan untuk menipu Anda.
3. Jangan terlalu vulgar pula menceritakan hubungan Anda dengan sahabat-sahabat tertentu, karena dapat digunakan Pelaku untuk mengaku-aku kalau dia pun kenal baik dengan sahabat-sahabat Anda, yang membuat Anda terjebak dan meyakini dirinya memang pernah kenal baik dengan Anda.

Dan kalau pun ada orang yang menelepon Anda dan mengaku sebagai salah seorang teman main Anda di masa kecil, terima saja teleponnya tapi jangan diladeni jika dia meminta bantuan finansial, seperti meminta pulsa, pinjaman uang, dan lain-lain. INGAT : Seorang teman yang baik adalah mereka yang mengedepankan semangat pertemanan. Orang yang punya semangat pertemanan adalah mereka yang mencari Anda karena dia kangen pada Anda, bukan mencari karena butuh uang Anda. Jadi siapapun dia, baik teman masa kecil atau penipu, begitu dia mengaku-aku kenal Anda dan tahu-tahu mau meminjam uang atau minta pulsa, tolak saja permintaannya.

Semoga informasi ini berguna.


6 komentar:

  1. iya gan ane baru saja hampir hampiran kena, untung nya ane sadar hati hati sama nomor 082111436659 dia modusnya sama ngaku ngaku teman lama

    BalasHapus
  2. Gw juga ngalamin ada yg ngaku teman lama dari No 08157777281 dan 081220009674 dia ngaku teman lama yg jadi polisi

    BalasHapus
  3. Sama juga gan, ngaku teman lama dan tidak mau nyebut nama,nyuruh no hp yang lama dihapus saja, minta pulsa alasan tidak bisa keluar ruangan, dari no 0817533921

    BalasHapus
  4. Barusan td pagi jg saya ada yg tlpn dari nomor +6282160945398
    Ngaku temen lama, terus gw bilang aja, mas belajar dulu klo mo nipu yah,,, hehehe langsung kabur

    BalasHapus
  5. hati hati 0817533921 gentayangan lg mencari korban..

    BalasHapus
  6. +6281217777219
    No ini juga barusan

    BalasHapus