Senin, 08 Mei 2017

Penipuan Lowongan Kerja

Salah satu praktik penipuan "kuno" yang hingga hari ini masih digunakan banyak Pelaku Kejahatan untuk menjebak korbannya adalah Penipuan dengan Membuat Lowongan Kerja Bodong.

Cara yang mereka lakukan cukup sederhana : Sang Pelaku Kejahatan akan membuat Iklan Lowongan Kerja yang (seolah-olah) menawarkan pekerjaan dengan gaji yang cukup fantastis. Agar kelihatan lebih bonafit, Pelaku Kejahatan biasanya menyewa sebuah Kantor di lokasi perkantoran yang cukup populer.

Tentu saja dengan tempat kerja yang mentereng dan lowongan pekerjaan "impian" tersebut, banyak orang yang tertarik untuk melamar. Setelah lamaran diterima oleh Pelaku Kejahatan, mulailah mereka melancarkan penipuan. Mula-mula mereka akan memanggil para Pengirim Lamaran untuk diwawancara. Wawancara akan dilakukan dengan cara yang sangat profesional (misalnya ada Tes Psikologi, Mengisi Identitas Diri, dan lain-lain). Sejauh ini, semuanya masih normal saja.

Nah, setelah melewati semua prosedur tersebut, mulailah penipuan sesungguhnya terjadi. Saat mewawancarai Pelamar, Sang Pelaku Kejahatan akan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk biaya training atau biaya administrasi. Jumlahnya biasanya tidak besar (berkisar antara Rp 100,000 - Rp 250,000). Kadang tanpa pikir panjang, Sang Pelamar akan langsung membayar, dengan pertimbangan gaji yang diterima (berkisar antara Rp 10 juta - 25 juta) akan dapat menutupi biaya training tersebut.

Setelah menyerahkan uang, Pelamar akan disuruh menunggu 1 bulan sejak wawancara. Tentu saja setelah 1 bulan, tidak akan ada panggilan wawancara lanjutan atau konfirmasi pekerjaan. Dan ketika Pelamar mendatangi kantor tersebut, tempat itu sudah kosong. Pelaku Kejahatan sudah menghilang, dan melancarkana aksi penipuannya di tempat lain.

Teknik ini sebenarnya sudah dilakukan para pelaku sejak tahun 1990an, ketika banyak orang yang menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan pekerjaan dengan jabatan tinggi dan gaji besar, tanpa perlu pengalaman apalagi kerja dari level terendah.

Di masa dulu, ketika korupsi dengan leluasa merajalela, tentu praktik ini bisa saja dilakukan. Tapi di masa kini, sepertinya sudah sulit. Terlebih proses penerimaan karyawan benar-benar melewati tahap seleksi yang sangat ketat. Jadi sudah tidak mungkin lagi orang bisa dengan mudah "menyuap" untuk mendapatkan jabatan tinggi dan gaji besar yang dia maui.

Dan perlu diingat : Jika ada perusahaan yang memberikan gaji tinggi, berarti ada tanggung jawab tinggi pula yang dituntut oleh perusahaan tersebut. Jadi jika ada perusahaan yang menawarkan sebuah pekerjaan "sederhana" dengan gaji yang sangat tinggi, waspadalah !!!! Jangan-jangan itu tipuan.

Seandainya Anda membaca ada lowongan kerja yang menawarkan gaji tinggi, yang harus Anda lakukan adalah :
1. Cek kebenaran lowongan tersebut.

2. Telusuri latar belakang perusahaan yang menawarkan pekerjaan. Di masa kini, semua informasi dengan mudah didapat lewat internet. Jika perusahaannya bonafit dan terpercaya, maka informasi perusahaan itu pasti dengan mudah kita temui di internet. Tetapi jika tidak ada informasi apapun tentang perusahaan tersebut, hati-hati saja.

3. Sebelum melamar, cek juga kantor tempat perusahaan itu berlokasi. Pastikan, apakah perusahaan itu sudah lama menetap di lokasi itu atau baru beberapa hari.

4. Saat wawancara, jika Pewawancara meminta uang dengan berbagai alasan, segera tolak permintaannya, dan tarik kembali semua berkas lamaran Anda. Saat kita melamar kerja, tidak ada perusahaan yang akan meminta uang untuk alasan apapun. Jadi sudah pasti salah jika mereka meminta uang kepada kita. Dan jika mereka meminta uang, segera batalkan niat bekerja di tempat itu, dan tarik berkas Anda. Berkas lamaran itu harus diambil agar tidak dipergunakan untuk tindakan yang merugikan Anda.

Semoga bermanfaat.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar