Minggu, 08 November 2015

Modus Kejahatan dengan Anak Kecil

Jika Anda - terutama para wanita - melihat seorang anak kecil tidak berdaya dan minta bantuan, sudah pasti akan langsung turun tangan membantu. Ya, wanita punya naluri keibuan yang selalu mudah trenyuh jika melihat anak kecil tidak berdaya dan butuh pertolongan. Inilah "kelemahan" wanita yang belakangan ini banyak digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk mengambil keuntungan dari wanita.

Belakangan ini, banyak pelaku kejahatan yangmelakukan kejahatannya dengan menggunakan anak kecil. Modusnya terbilang cukup sederhana :

Para pelaku kejahatan biasanya membayar seorang anak-anak untuk berpura-pura tersesat dan minta tolong kepada para wanita yang mereka jumpai. Kepada para wanita itu, anak tersebut akan berpura-pura tersesat dan minta bantuan wanita tersebut mengantarnya pulang. Karena tidak tega, kebanyakan wanita akhirnya setuju mengantar anak itu pulang. Namun ketika tiba di rumah anak tersebut, ternyata sang pelaku sudah menunggu di sana. Dan dia (tidak seorang, tetapi seringkali berkelompok) merampok, bahkan memperkosa hingga membunuh sang wanita.

Aksi ini sudah sering terjadi di kota-kota besar, dan korbannya selalu wanita. Hal ini wajar, mengingat - yang tadi saya bilang di atas - hati wanita sangat lemah dan mudah trenyuh melihat "penderitaan" anak-anak. Akibatnya, kelemahan mereka ini dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Sebenarnya  aksi demikian bukan hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, aksi ini jauh lebih "hebat" lagi. Mereka bahkan memanfaatkan orang lanjut usia, orang-orang bermental terbelakang, bahkan orang-orang cacat, untuk bisa menjebak korbannya. Modusnya sama saja : Sang "Umpan" (orang lanjut usia, atau orang cacat) berpura-pura tersesat dan minta tolong diantar pulang. Ketika tiba di alamat yang dituju, orang yang mengantar akan langsung dirampok, bahkan tidak sedikit yang dibunuh.

Jadi... Waspadalah.... !!!

Jika Anda memang punya empati dan berniat membantu, ada baiknya ketika ada anak-anak yang meminta tolong Anda untuk mengantarnya pulang, lebih baik Anda membawa anak tersebut ke kantor polisi terdekat. Biarlah polisi yang mengantar anak itu pulang. Cara ini selain jauh lebih aman, juga Anda bisa lebih yakin dengan keselamatan anak tersebut. Hal serupa juga bisa Anda lakukan ketika ada orang lanjut usia atau siapapun yang meminta tolong Anda untuk mengantarnya pulang karena mereka "tersesat atau lupa jalan pulang". Bawalah mereka ke Kantor Polisi terdekat dan biarlah Pak Polisi yang mengantar mereka pulang.

Cara ini bukan menunjukkan Anda tidak punya rasa sosial atau perikemanusiaan, tetapi Anda pun harus waspada dan mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa menimpa Anda. Apalah artinya niat baik jika nyawa jadi taruhan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar