Kamis, 05 November 2015

Penipuan SMS - "Mama Minta Pulsa"

Meski penipuan gaya ini tergolong "jadul" (karena sudah berlangsung sejak tahun 2010-an awal, dan banyak orang sudah tahu penipuan metode ini), tapi ternyata tetap saja masih ada orang yang terjebak dan tertipu oleh gaya penipuan konyol ini. Hal ini terbukti dari berita-berita yang saya baca, di mana hingga hari ini masih saja oknum yang menipu masyarakat dengan cara ini, dan masih banyak orang yang terjebak dan tertipu ulah sang oknum.

Teknik penipuan yang dilakukan sebenarnya tidak rumit-rumit amat. Sang pelaku mengirimkan SMS secara acak, yang intinya berpura-pura sebagai Ibu dari calon korban yang sedang bermasalah di polisi, dan kehabisan pulsa. Karena itu dia meminta "anaknya" untuk mentransfer pulsa agar sang Ibu bisa menelepon. Dengan alasan nomer telepon SMS yang dipakai adalah nomer orang lain, maka sang "Ibu" meminta "anaknya" tidak menghubungi nomer SMS tersebut.

Mungkin sebagian orang Indonesia - yang punya budaya di mana anak punya hubungan yang sangat dekat dengan Ibunya - ketika menerima SMS itu, mereka tidak pikir panjang dan mengikuti saja instruksi dari SMS tersebut. Dan karena bentuk penipuannya adalah permintaan pulsa, maka seringkali penerima SMS tdak terlalu ambil pusing karena tidak merasa merugi. Padahal, Anda tidak sadar kalau pulsa yang Anda transfer bisa digunakan oleh sang Pelaku untuk dijual dan dia mendapat uang dari jualan pulsa tersebut.

Banyak orang mengira kalau penipuan jenis ini dilakukan perorangan. Padahal penipuan ini ternyata merupakan sebuah jaringan besar yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu. Hal ini terungkap dari operasi yang dilakukan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya awal November 2015 ini yang berhasil menciduk komplotan pengirim SMS "Mama Minta Pulsa" di Cianjur serta sejumlah orang di Bandung. Meski komplotan itu melakukan aksinya di Jawa Barat, tapi ternyata Pemimpin Kelompok yang mengendalikan kegiatan operasional anggotanya tersebut tinggal di Kota Malili, Sulawesi Selatan.

Dari fakta ini, Anda bisa menangkap kalau penipuan gaya ini bukan penipuan kecil, tapi justru penipuan berskala besar yang melibatkan banyak orang yang tersebar di beberapa wilayah tertentu. Jadi meskipun polisi berhasil menangkap anggotanya yang tinggal di satu daerah, kegiatan penipuan ini masih terus bisa berjalan karena ada anggota di daerah lain yang akan segera mengambil alih. Dengan demikian, kejahatan seperti ini memang sulit diberantas karena sudah menggurita dan punya banyak jaringan yang tersebar di mana-mana.

Apabila Anda menerima SMS seperti ini, cara yang bisa Anda lakukan adalah segera mengontak Ibu Anda di rumah dan memastikan kalau SMS tersebut bukan dikirim oleh Beliau. Jika sampai Ibu Anda tidak bisa dihubungi, carilah informasi keberadaan beliau lewat teman-teman atau kerabat yang lain.






UNTUK ANDA KETAHUI : 
SMS meminta pulsa yang belakangan ini beredar tidak melulu dari "Ibu". Belakangan ada juga SMS bernada sama (meminta pulsa) namn dibuat seolah-olah dikirim dari orang terdekat kita, seperti Ayah, Adik, Kakak, bahkan Kekasih.

Lucunya, sang pengirim sama sekali tidak tahu latar belakang keluarga kita, sehingga menggunakan ucapan panggilan yang bukan ucapan panggilan kita kepada orang terdekat itu. Jadi tidak heran kalau teknik ini langsung ketahuan sebagai sebuah penipuan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar