Senin, 23 November 2015

Waspada Penipuan Permainan Uang MMM

Tahun 2014 silam, Permainan uang MMM (Manusia Membantu Manusia) sempat menghebohkan Indonesia. Permainan sejenis investasi ini menawarkan jasa pengelolaan uang di mana para nasabah dijanjikan akan mendapatkan keuntungan yang cukup fantastis dalam waktu 1 bulan. Tidak sedikit orang yang sudah mengikuti investasi ini harus gigit jari karena uang yang diinvestasikannya hilang.
Iklan online MMM
Kepolisian sudah melarang investasi MMM beredar. Selain karena sangat merugikan banyak orang, kegiatan ini tidak ada izinnya dan dilakukan secara ilegal. Otoritas Jasa Keungan (OJK) memang tidak pernah memberikan izin penggalangan dana kelolaan pada perusahaan ini, karena masih mengkaji kegiatan investasi tersebut.

Meski sudah dilarang, tapi kini MMM kembali muncul dan mulai melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia dengan menawarkan program serupa seperti tahun lalu.


APAKAH "MMM" SEBENARNYA?
Di Indonesia nama perusahaan MMM adalah Mavrodi Mondial Moneybox. Perusahaan ini sebenarnya merupakan perusahaan Rusia yang didirikan oleh Sergey Mavrodi - bersama adiknya Vyacheslav Mavrodi dan Olga Meinikova - pada tahun 1989. Nama perusahaan MMM merupakan singkatan dari nama belakang ketiga bersaudara tersebut.

Awalnya MMM adalah perusahaan importir komputer dan alat-alat kebutuhan kantor. Tahun 1992, perusahaan ini sempat bermasalah dengan kepolisian karena diduga melakukan penipuan pajak. Akibatnya MMM sempat goyah karena masalah finansial. Untuk menyelamatkan perusahaan, maka MMM berganti haluan menjadi perusahaan finansial.
Sergey Mavrodi, pencetus permainan MMM
Pada tahun 1994, MMM menjalankan program Skema Ponzi, yaitu permainan uang sejenis Multi-Level Marketing, di mana para peserta permainan mendapatkan profit dengan merekrut anggota baru (Downline). Karena menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi (1000% dalam setahun), banyak investor yang tergiur dan ikut serta dalam permainan tersebut. Program ini terbukti sukses, dan MMM bertumbuh sangat cepat. Baru dirilis Januari 1994, pada bulan Februari 1994, MMM sudah membukukan keuntungan sebesar 1000%. Mereka kemudian melakukan promosi dengan agresif dan besar-besaran via televisi, untuk menarik investor lebih banyak lagi. Hingga akhir tahun 1994, perusahaan ini telah mampu meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 50 juta.

Kesuksesan MMM menarik investor untuk membuat perusahaan sejenis yang menawarkan program yang sama. Beberapa perusahaan tersebut antara lain : Tibet, Chara, Khoper-Invest, Selenga, Telemarket, dan Germes. Mereka bahkan berani menawarkan keuntungan hingga 30,000% kepada calon investornya.

Tapi pada tahun 1995, MMM mengalami masalah setelah polisi menutup paksa perusahaan tersebut karena melakukan manipulasi pajak. Akibat penutupan perusahaan itu, MMM tidak mampu mengembalikan uang investor, sehingga banyak investor merugi. Bahkan 50 orang di antaranya dilaporkan bunuh diri setelah uang yang dimilikinya tidak bisa dikembalikan MMM.

MMM kemudian dinyatakan bangkrut pada tanggal 22 September 1997.

Pasca kebangkrutan MMM, Sergei Mavrodi dikabarkan melarikan diri ke Amerika Serikat, kemudian mendirikan perusahaan Stock Generation Ltd, perusahaan trading yang menawarkan program investasi yang mirip dengan MMM, di mana dia menawarkan program jual-beli saham dengan keuntungan hingga 200% dalam waktu singkat. Mavrodi berhasil menipu 275,000 investornya dan meraup keuntungan hingga US$ 5,5 juta.

Pada tahun 2003, Mavrodi ditahan oleh Pihak Berwajib dengan tuduhan melakukan penipuan. Dia dipenjara hingga April 2007. Pasca keluar dari penjara, bulan Januari 2007, dia kembali menciptakan program permainan penipuan uang yang disebutnya MMM-2011, di mana para investor ditawarkan membeli unit mata uang yang disebutnya Mavro Currency Unit. Program ini kurang sukses, sehingga dia menghentikan program ini.

Pada tahun 2011, secara simultan Mavrodi merilis program MMM kembali di beberapa negara seperti India, China, Eropa, Kanada, Amerika Latin, Afrika Selatan, termasuk Indonesia.

Secara umum, program "permainan uang" MMM dijalankan sebagai berikut :
Para investor yang ingin bermain, diharuskan membayar sejumlah uang investasi. Dengan ikut dalam permaian ini, mereka dijanjikan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi dalam waktu  1 bulan (antara 300 - 1000%).

Tentu Anda berpikir : Perusahaan ini bukan perusahaan perbankan, tidak menjual produk, apalagi menjalankan bisnis apapun. Bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan profit dan mengembalikan dividen kepada investor sebesar itu?

Jawabannya mudah : Uang para investorlah yang mereka "putar". Jadi setiap uang yang ditanamkan investor akan digunakan untuk membayar "dividen" investor sebelumnya. Hal ini akan terus berjalan selama masih ada "Investor Downline" yang menyetor uang. Nah, bagaimana kalau tidak ada lagi investor baru yang ikut dalam permainan ini? Sudah dipastikan : orang terakhir yang menyetor akan menderita kerugian karena dia tidak mendapatkan uang, dan uangnya sudah digunakan untuk membayar "Investor Topline".

Berkenaan dengan penipuan ini, maka sudah seharusnya kita waspada dan berhati-hati dalam berinvestasi. Jangan mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan sangat tinggi dalam waktu sangat singkat. Sudah pasti ini jebakan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar