Minggu, 03 September 2017

Penipuan Travel Murah

Beberapa minggu terakhir ini, Indonesia dihebohkan dengan aksi "dugaan" penipuan yang dilakukan oleh sebuah travel terkenal yang berkantor-pusat di Jakarta. Travel ini ditengarai menipu konsumennya dengan tidak memberangkatkan mereka yang telah mendaftar umroh. Jumlah konsumen yang dianggap tertipu tidak tanggung-tanggung : Ribuan... !!!

Lebih mengejutkan lagi, keuangan travel tersebut pun bermasalah, sehingga dapat dipastikan hampir semua konsumennya tidak mungkin bisa berangkat umroh meski sudah membayar lunas jauh-jauh hari sebelumnya.

Bagaimana travel tersebut bisa memperdaya para konsumennya?

Travel tersebut menggunakan cara yang terbilang cukup berani dan sangat berisiko : Skema Ponzi.

Apa itu Skema Ponzi?

Bagi orang-orang yang bekerja di dunia MLM (Multi-Level Marketing) tentu sangat akrab dengan skema ini. Skema Ponzi / Ponzi Scheme / Ponzi Game adalah sebuah "permainan" uang yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang merugikan pesertanya, terutama orang-orang yang "bermain" belakangan.

(Dalam artikel ini, Skema Ponzi saya sebut sebagai "permainan" karena ada beberapa pihak yang masih melakukan cara ini dan keberatan jika disebut "penipu", karena mereka tidak menganggap telah menipu orang lain, dan para peserta sadar dengan risiko yang mereka hadapi jika mengikuti "permainan" ini. Okelah kalau begitu.... Anggap saja Anda benar....)

"Permainan" Ponzi biasanya merupakan "permainan" investasi di mana Investor yang diiming-imingi akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika menyimpan dana ke orang yang mengajak "permainan" tersebut. Padahal uang mereka justru digunakan untuk membayar Investor yang sudah duluan menyetor uang. Karena uang tidak pernah diolah namun diputar dari Investor baru ke investor lama, lama-kelamaan uang akan habis. Dan sudah dapat ditebak, para Investor yang belakangan menyimpan uangnya tidak akan meraih keuntugan apa-apa. Bahkan mereka akan merugi karena uang yang mereka setorkan sudah dipakai untuk membayar investor sebelumnya.

Bagaimana dengan trik yang dilakukan Travel tersebut? Ternyata caranya tidak jauh beda.

Untuk memperdaya para konsumennya, mereka menawarkan paket Umroh murah, bahkan jauh lebih murah daripada paket umroh pada umumnya yang ditawarkan travel lain. Tentu saja paket itu langsung mendapat sambutan yang luar biasa dari konsumen. Dan dengan cepat mereka mendapatkan konsumen yang sangat banyak.

Masalahnya, karena paket itu sangat murah, dana yang seharusnya untuk umroh tidak cukup untuk memberangkatkan semua pendaftar. Sehingga dengan menggunakan berbagai alasan, Travel tersebut mengulur-ulur keberangkatan para konsumennya. Meski demikian, mereka tetap memberangkatkan "sebagian kecil" peserta untuk membuktikan kalau mereka tidak berbohong.

Dengan adanya konsumen yang berangkat jelas akan mematahkan keraguan para konsumen kalau Travel tersebut berbohong. Jadi mereka bisa menerima alasan-alasan yang diberikan travel tersebut - meski alasan yang diberikan tidak masuk akal - dan setuju jika keberangkatan mereka ke Tanah Suci diundur.

Namun kesabaran manusia ada batasnya. Setelah sekian tahun tidak juga berangkat, para konsumen pun mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka. Karena tidak mendapat jawaban pasti, para konsumen pun melaporkan travel tersebut ke polisi.

Benar saja.

Setelah diselidiki, ditemukan fakta kalau Travel tersebut sama sekali sudah tidak punya uang lagi untuk memproses keberangkatan para konsumennya. Jangankan untuk memesan tiket, hutang pengurusan Visa, booking pesawat, akomodasi, dan makan di Tanah Suci yang bernilai ratusan juta saja mereka tidak sanggup bayar. Dan lebih mengagetkan lagi, ternyata semua uang konsumen justru digunakan oleh pemilik Travel untuk "memanjakan diri" mereka sendiri dengan berwisata mewah dan berfoya-foya.

Akibatnya sudah tidak ada ampun : Pemilik travel pun ditahan oleh Pihak Berwajib dan harta mereka disita sebagai barang bukti. Bahkan orang-orang yang terkait dengan travel itu pun turut ditahan oleh Pihak Berwajib untuk dimintai keterangannya.

Penipuan Travel Murah ini ternyata bukan kali ini terjadi. Karena pasca penahanan pemilik travel di Jakarta, Polisi menemukan ada 4 travel lain yang melakukan cara serupa untuk menipu konsumennya. Akibatnya Pemilik travel itu pun turut diamankan Pihak Berwajib.

Dengan adanya fenomena Travel yang menawarkan paket murah, ternyata justru bodong, maka tidak ada salahnya kita harus lebih waspada dalam memilih travel saat berencana ke luar negeri. Jangan tergoda dengan promo dan paket murah yang belum tentu bisa kita dapatkan. Salah-salah, uang hilang, kita pun tidak bisa berangkat.

Ada baiknya pula Anda melakukan pengecekan latar-belakang dan memastikan keabsahan travel tempat kita membeli tiket atau paket ke luar negeri. Pastikan travel itu tidak pernah bermasalah sebelumnya dan memiliki rekor baik yang panjang.

Pesan tiket secara Online? Hmmm... boleh juga. Tetapi tetap waspada, mengingat bisnis Travel Online yang sedang ramai dan berkembang saat ini belum memiliki rekor yang panjang. Untuk perjalanan jarak pendek dan waktu singkat, bolehlah menggunakan jasa Travel Online. Tetapi jika unttuk perjalanan jauh yang biayanya cukup besar, sebaiknya Anda waspada dan hati-hati jika memutuskan menggunakan Travel Online.

Semoga bermanfaat .....







Tidak ada komentar:

Posting Komentar