Rabu, 04 November 2015

Modus Penipuan Menjual Harta Karun atau Barang Peninggalan Sejarah

Sebuah aksi penipuan baru-baru ini dilakukan oleh dua orang warga negara asing asal Tiongkok, Zhong Yu Hua dan Zhan Yu Zheng. Modus penipuan yang dilakukan kedua warga ini terbilang unik : menawarkan benda-benda bersejarah. Cara yang mereka lakukan terbilang unik :

Kedua orang tersebut beraksi dengan mencari korban di lokasi mal di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Kepada calon korban, mereka mengaku sebagai Pemburu Harta Karun, dan mereka baru saja menemukan banyak harta karun peninggalan sejarah, dan menawarkan barang tersebut kepada para korban. Jika secara kebetulan korbannya adalah penyuka barang koleksi (apalagi barang kuno), pasti akan mudah terpancing.

Harga yang ditawarkan sebenarnya cukup fantastis : sebuah patung "kuno" dinilai dengan harga Rp 800 juta. Jika korban tertarik, mereka bisa kasih harga diskon menjadi Rp 350 juta. Tentu saja penurunan harga yang begitu besar membuat banyak orang tanpa pikir panjang segera membeli. Tapi jangan senang dulu karena mendapat benda peninggalan prasejarah dengan harga murah. Jika Anda periksa dengan teliti, pasti akan segera tahu kalau produk yang Anda beli bukan barang prasejarah, karena usianya masih sangat muda (kurang dari setahun), dan harga aslinya pun tidak lebih dari Rp 100.000. Lebih gilanya lagi : Barang itu dijual bebas di toko-toko kelontong.

Penipuan ini telah memakan korban beberapa orang. Dan untungnya polisi cukup sigap merespon penipuan ini.

Tanggal 30 Oktober 2015 silam, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya berhasil membekuk kedua penipu tersebut, dan mendapatkan barang-barang bukti dari tangan pelaku, berupa 20 emas batang Tiongkok Kuno sepuhan, lima patung emas palsu, dan satu surat kuno palsu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar