Selasa, 03 Mei 2016

Scam Permintaan Rekening Bank dari Perusahaan

Jika Anda tiba-tiba menerima sebuah e-mail dari Customer atau Klien (tanpa informasi verbal sebelumnya) yang meminta informasi nomer rekening perusahaan, berhati-hatilah...!! Bisa jadi sedang diintai untuk menjadi calon korban hacker.


Belakangan ini, kembali marak penipuan di mana para hacker - yang berpura-pura sebagai karyawan di sebuah perusahaan tertentu - meminta nomer rekening perusahaan Kolega atau Rekanan. Alasannya bisa macam-macam : validasi data perusahaan, input data base, aktualisasi data supplier, dan lain-lain. Isi e-mail mereka sangat meyakinkan, sehingga Anda bisa diyakinkan kalau pengirim adalah orang yang benar-benar bekerja di perusahaan yang Anda kenal itu.

Selain meminta nomer rekening, mereka pun biasanya juga meminta Anda melampirkan NPWP, TDP, dan SIUP sebagai referensi.

Tanpa Anda sadari, semua data informasi itu ternyata digunakan oleh sang pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit ke Bank. Caranya?

Sudah jelas : Data-data yang diperoleh akan dimanipulasi sedemikian rupa dan dibuat seolah-olah milik si pelaku kejahatan untuk pengajuan kredit usaha ke bank. Ada beberapa bank yang pengecekannya tidak terlalu ketat (hanya mengecek data nasabah berdasarkan dokumen saja), sehingga pengawasan mereka cukup longgar, dan dijadikan celah oleh Pelaku untuk melakukan penipuan.

Akibatnya?

Setelah uang kredit yang mereka ajukan cair, sang penipu kabur. Tinggallah perusahaan yang namanya digunakan sang penipu yang ketiban masalah dan dikejar-kejar pihak bank.

Untuk itu berhati-hatilah... !!!

Apabila ada orang yang meminta nomer rekening serta foto kopi dokumen perusahaan Anda, jangan dengan mudah memberi. Anda harus pastikan kalau yang meminta adalah memang perusahaan rekanan bisnis Anda dan keperluannya jelas. Anda bisa menghubungi mereka sebelum mengirimkan dokumen Anda via e-mail. Jika masih tidak yakin, datangi kantor mereka, dan berikan dokumen itu langsung. Cara yang cukup "jadul" tapi efektif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar