Sabtu, 28 November 2015

Hati-Hati Perkenalan Berkedok Ngajak Kenalan

Anda mungkin sering menemukan ada banyak akun Facebook yang menampilkan pemiliknya (wanita) memakai foto PP (Personal Profile) berparas cantik bak artis Korea. Ada yang memakai foto sopan, namun tidak sedikit yang menggunakan foto yang "nakal".

Beberapa di antaranya dengan sengaja menulis di Status Akun-nya kalau dia mendambakan kekasih yang baik hati, tidak sombong, bla-bla-bla. Kalau ada yang cocok, bisa meng-add BBM miliknya (Anda bisa melihat ada Pin BBM yang tersemat di Statusnya). Bagi pria yang sudah melihat fotonya, pasti akan tergoda untuk berkenalan dengan gadis cantik itu.

Berkenalan sih boleh saja. Tapi waspadalah... !!! Kar
ena bisa jadi ini hanya akal-akalan dia saja untuk dapat menipu Anda.

Teknik penipuan ini sebenarnya sudah cukup marak terjadi dalam setahun ini. Cara yang dilakukan penipu terbilang cukup cerdas : Dia membuat akun palsu yang diisinya foto-foto wanita berparas cantik. Hebatnya, mereka mampu dengan konsisten menampilkan foto-foto wanita tersebut dengan berbagai pose dan gaya, membuat siapapun (bahkan Admin Facebook sekalipun) percaya kalau akun tersebut adalah asli.

Setelah beberapa waktu menayangkan foto-foto itu, Sang Penipu mulai melancarkan penipuannya. Dia mulai memunculkan Status di akunnya tentang kepribadian dirinya, misalnya dia sedang kesepian, butuh teman, butuh pacar, butuh orang yang bisa menjadi Imamnya, bla-bla-bla.. Cara ini dilakukan untuk melihat respon "pengikut"-nya. Dan jelas saja, cara ini berhasil karena para pria yang sudah dimabuk kepayang langsung merespon dan menyambut baik ajakan pertemanan yang lebih intim itu.

Selanjutnya, Sang Penipu memunculkan Status kedua yang menginformasikan jika ada pria yang baik dan mau jadi kekasihnya, dia akan meminta pria itu untuk invite Pin BB (Blackberry)-nya. Dan saya yakin, hanya dalam hitungan menit, akan masuk puluhan Pin BB para pria ke akun BB Sang Penipu. Dan di sinilah Sang Penipu mulai menjalankan tugas sebenarnya.

Setelah Pin BB di-accept, sang penipu pura-pura sedang butuh uang dan merayu-rayu sang pria agar mau mentransferkan uang padanya. Dia berjanji akan memberikan apa pun pada sang pria jika telah dipinjami uang. Bahkan tubuhnya pun rela diapain oleh sang pria. Tentu saja, tanpa pikir panjang sang pria akan langsung mentransfer uang kepada "sang wanita" tersebut. Dan sudah dapat diduga, wanita itu langsung menghilang setelah uang didapat.

Jika sang pria tidak memberikan uang, maka Sang Penipu akan melancarkan cara penipuan kedua. Dia akan membuat Akun Blackberry bohongan dengan memakai nama dan foto sang pria tersebut. Kemudian dia akan masuk ke dalam akun FB sang pria, kemudian mengirimkan pesan pribadi (Private Message) kepada teman-teman sang pria dan menginformasikan kalau Pin BB-nya sudah ganti menjadi nomer yang baru. Ada sebagian yang tanpa mengecek lagi akan langsung mengikuti saja info temannya itu.

Nah, setelah itu. Sang Penipu - lewat akun BB bohongan - menginformasikan kalau dia sedang butuh uang, dan minta teman-temannya untuk bisa mentransfer sejumlah uang padanya. Dan niscaya, jika teman orang tersebut baik, maka dia akan mentransfer uang langsung kepada temannya itu.

Mungkin Anda tidak percaya, tapi percayalah. Saat ini banyak penipu yang memakai cara demikian untuk menipu Anda. Jadi janganlah terlalu percaya saat diajak kenalan oleh wanita cantik di Facebook. Serta jangan terlalu mengumbar Pin BB, karena bisa dimanfaatkan banyak orang untuk kepentingan pribadinya.



Senin, 23 November 2015

Waspada Penipuan Permainan Uang MMM

Tahun 2014 silam, Permainan uang MMM (Manusia Membantu Manusia) sempat menghebohkan Indonesia. Permainan sejenis investasi ini menawarkan jasa pengelolaan uang di mana para nasabah dijanjikan akan mendapatkan keuntungan yang cukup fantastis dalam waktu 1 bulan. Tidak sedikit orang yang sudah mengikuti investasi ini harus gigit jari karena uang yang diinvestasikannya hilang.
Iklan online MMM
Kepolisian sudah melarang investasi MMM beredar. Selain karena sangat merugikan banyak orang, kegiatan ini tidak ada izinnya dan dilakukan secara ilegal. Otoritas Jasa Keungan (OJK) memang tidak pernah memberikan izin penggalangan dana kelolaan pada perusahaan ini, karena masih mengkaji kegiatan investasi tersebut.

Meski sudah dilarang, tapi kini MMM kembali muncul dan mulai melebarkan sayapnya ke seluruh Indonesia dengan menawarkan program serupa seperti tahun lalu.


APAKAH "MMM" SEBENARNYA?
Di Indonesia nama perusahaan MMM adalah Mavrodi Mondial Moneybox. Perusahaan ini sebenarnya merupakan perusahaan Rusia yang didirikan oleh Sergey Mavrodi - bersama adiknya Vyacheslav Mavrodi dan Olga Meinikova - pada tahun 1989. Nama perusahaan MMM merupakan singkatan dari nama belakang ketiga bersaudara tersebut.

Awalnya MMM adalah perusahaan importir komputer dan alat-alat kebutuhan kantor. Tahun 1992, perusahaan ini sempat bermasalah dengan kepolisian karena diduga melakukan penipuan pajak. Akibatnya MMM sempat goyah karena masalah finansial. Untuk menyelamatkan perusahaan, maka MMM berganti haluan menjadi perusahaan finansial.
Sergey Mavrodi, pencetus permainan MMM
Pada tahun 1994, MMM menjalankan program Skema Ponzi, yaitu permainan uang sejenis Multi-Level Marketing, di mana para peserta permainan mendapatkan profit dengan merekrut anggota baru (Downline). Karena menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi (1000% dalam setahun), banyak investor yang tergiur dan ikut serta dalam permainan tersebut. Program ini terbukti sukses, dan MMM bertumbuh sangat cepat. Baru dirilis Januari 1994, pada bulan Februari 1994, MMM sudah membukukan keuntungan sebesar 1000%. Mereka kemudian melakukan promosi dengan agresif dan besar-besaran via televisi, untuk menarik investor lebih banyak lagi. Hingga akhir tahun 1994, perusahaan ini telah mampu meraup keuntungan hingga lebih dari US$ 50 juta.

Kesuksesan MMM menarik investor untuk membuat perusahaan sejenis yang menawarkan program yang sama. Beberapa perusahaan tersebut antara lain : Tibet, Chara, Khoper-Invest, Selenga, Telemarket, dan Germes. Mereka bahkan berani menawarkan keuntungan hingga 30,000% kepada calon investornya.

Tapi pada tahun 1995, MMM mengalami masalah setelah polisi menutup paksa perusahaan tersebut karena melakukan manipulasi pajak. Akibat penutupan perusahaan itu, MMM tidak mampu mengembalikan uang investor, sehingga banyak investor merugi. Bahkan 50 orang di antaranya dilaporkan bunuh diri setelah uang yang dimilikinya tidak bisa dikembalikan MMM.

MMM kemudian dinyatakan bangkrut pada tanggal 22 September 1997.

Pasca kebangkrutan MMM, Sergei Mavrodi dikabarkan melarikan diri ke Amerika Serikat, kemudian mendirikan perusahaan Stock Generation Ltd, perusahaan trading yang menawarkan program investasi yang mirip dengan MMM, di mana dia menawarkan program jual-beli saham dengan keuntungan hingga 200% dalam waktu singkat. Mavrodi berhasil menipu 275,000 investornya dan meraup keuntungan hingga US$ 5,5 juta.

Pada tahun 2003, Mavrodi ditahan oleh Pihak Berwajib dengan tuduhan melakukan penipuan. Dia dipenjara hingga April 2007. Pasca keluar dari penjara, bulan Januari 2007, dia kembali menciptakan program permainan penipuan uang yang disebutnya MMM-2011, di mana para investor ditawarkan membeli unit mata uang yang disebutnya Mavro Currency Unit. Program ini kurang sukses, sehingga dia menghentikan program ini.

Pada tahun 2011, secara simultan Mavrodi merilis program MMM kembali di beberapa negara seperti India, China, Eropa, Kanada, Amerika Latin, Afrika Selatan, termasuk Indonesia.

Secara umum, program "permainan uang" MMM dijalankan sebagai berikut :
Para investor yang ingin bermain, diharuskan membayar sejumlah uang investasi. Dengan ikut dalam permaian ini, mereka dijanjikan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi dalam waktu  1 bulan (antara 300 - 1000%).

Tentu Anda berpikir : Perusahaan ini bukan perusahaan perbankan, tidak menjual produk, apalagi menjalankan bisnis apapun. Bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan profit dan mengembalikan dividen kepada investor sebesar itu?

Jawabannya mudah : Uang para investorlah yang mereka "putar". Jadi setiap uang yang ditanamkan investor akan digunakan untuk membayar "dividen" investor sebelumnya. Hal ini akan terus berjalan selama masih ada "Investor Downline" yang menyetor uang. Nah, bagaimana kalau tidak ada lagi investor baru yang ikut dalam permainan ini? Sudah dipastikan : orang terakhir yang menyetor akan menderita kerugian karena dia tidak mendapatkan uang, dan uangnya sudah digunakan untuk membayar "Investor Topline".

Berkenaan dengan penipuan ini, maka sudah seharusnya kita waspada dan berhati-hati dalam berinvestasi. Jangan mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan sangat tinggi dalam waktu sangat singkat. Sudah pasti ini jebakan.





Penipuan Investasi Simpan-Pinjam Bodong

Meraup keuntungan besar dalam waktu singkat adalah keinginan banyak orang. Jadi tidak heran jika banyak dari mereka yang akhirnya terjebak dalam modus penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu modus penipuan yang kerap menjebak banyak orang adalah Penipuan Investasi.

Banyak sekali penawaran investasi yang saat ini beredar, mulai dari investasi surat berharga (saham dan obligasi), investasi batu mulia (berlian dan emas batangan), properti, dan lain-lain. Nah, salah satu penawaran investasi yang cukup menggiurkan adalah adalah Investasi Simpan-Pinjam. Awal tahun 2015, investasi jenis ini sangat ramai diperbincangkan oleh banyak orang khususnya para pengguna jejaring sosial, karena produk ini menawarkan profit yang sangat besar dan cepat.

Bayangkan saja : Dengan hanya menyimpan Rp 100.000, maka uang itu akan berlipat ganda menjadi Rp 200.000 dalam waktu 20 hari. Ini berlaku kelipatan. Bahkan jika berinvestasi di atas Rp 750.000, selain mendapatkan profit juga mendapatkan bonus gadget terkini.

Investasi ini ditawarkan oleh sebuah arisan online bernama Arisan Bunda Tiara yang digagas oleh Windari, seorang dara asal Semarang. Dia menawarkan produk ini lewat jejaring sosial Facebook. Tentu saja ajakan investasi ini sangat menggiurkan, sehingga tidak butuh waktu lama, peserta investasi ini langsung membludak. Namun setelah para peserta mentransfer uang investasinya, Windari tiba-tiba menghilang. Dia tidak bisa dihubungi dan sosoknya seolah lenyap ditelan bumi.

Hal ini jelas membuat panik para peserta, apalagi di antara mereka ada yang sudah menyetor hinga jutaan rupiah, dengan harapan dapat keuntungan dua kali lipat dalam waktu singkat. Yang terjadi malah uangnya hilang.

Sekitar bulan Mei 2015 silam, para korban penipuan yang berjumlah lebih dari 400 orang dari berbagai daerah di Indonesia ini telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Sosok Windari pun saat ini telah menjadi target operasi. Meski demikian, Polisi mengakui cukup kesulitan untuk melacak keberadaan Windari. Selain karena alamatnya tidak jelas, nama dan foto yang terpampang di akun Facebook pun ditengarai bukan asli. Terlebih lagi para korban hanya mengenal dan berkomunikasi dengan Windari via Facebook saja.

Agar terhindar dari penipuan jenis ini, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui :
1. Tidak ada investasi yang menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. Minimal 1 tahun, itu pun tidak pernah lebih dari 10%.  Apabila ada investasi yang menjanjikan keuntungan yang cepat (kurang dari 1 tahun) dengan keuntungan di atas 10%, maka dapat dipastikan investasi itu bohong.

2.Investasi selalu ada kejelasan alur perputaran uang. Ketika seseorang menawarkan program investasi, Anda berhak menanyakan kejelasan perputaran uang yang Anda investasikan nanti. Misalnya : Darimana profit investasi diperoleh? Uang Anda dikelola dengan cara apa dan bagaimana? Bagaimana proses pengambilan profitnya? Apabila penjelasan yang Anda peroleh ditutup-tutupi atau tidak transparan, jangan memaksa untuk ikut dalam investasi tersebut.


Jadi berhati-hatilah... Jangan karena tergiur profit tinggi dalam waktu singkat, Anda mudah terbuai oleh ajakan Oknum Investasi.

Modus Kecurangan Oknum Servis AC

Demi meraup keuntungan besar, ada beberapa oknum servis AC (Air-Conditioned / Mesin Pendingin Ruangan) yang diam-diam melakukan kecurangan yang tidak pantas kepada pelanggannya. Seperti yang baru-baru ini ramai dibicarakan orang di sosial media, ada Oknum Servis AC yang menipu pelanggannya, sehingga dia harus membayar lebih.

Cara yang dilakukan Oknum ini terbilang memang "nakal" :
Ketika diminta melakukan servis cuci AC, sang Oknum berpura-pura mengatakan kalau freon AC habis, sehingga harus diisi ulang dengan biaya sangat tinggi. Tentu saja sang Konsumen menolak karena merasa freon AC baru diisi dan tidak bermasalah.

Setelah pembersihan AC selesai dan Oknum Servis AC pulang, saat AC dinyalakan, yang keluar justru angin panas saja. Karena mengira apa yang dikatakan sang Oknum benar, maka Oknum Servis AC tadi dipanggil lagi untuk mengisi freon. Dan dengan terpaksa Konsumen merogoh uang yang cukup banyak untuk membayar biaya freon AC.

Tapi benarkah freon AC Konsumen itu habis setelah dibersihkan?

Tidak. Justru itu ulah Oknum Servis AC. Saat membersihkan AC, dia menutup saluran freon yang terletak di perangkat outdoor. Akibatnya freon tidak mengalir masuk ke dalam kompresor dan tidak ada hawa dingin dari AC. Jadi ketika Oknum itu dipanggil untuk mengisi freon, dia sebenarnya tidak melakukan pengisian (kalau pun mengisi, paling isinya sedikit sekali), dan segera membuka katup saluran freon yang ditutupnya. Semua bisa dilakukan tanpa kecurigaan Konsumen, karena seringkali dia bekerja sendiri tanpa diawasi.

Belajar dari kasus ini, ada baiknya rekan sekalian berhati-hati, terutama dalam memilih petugas Servis AC. Usahakanlah untuk memilih Tukang Servis AC dari tempat servis yang dapat dipercaya, bukan tukang servis abal-abal atau tukang keliling.

Saluran Freon (terletak di kompresor AC)
Dan meski petugas tersebut berasal dari tempat servis terpercaya atau langganan, tidak berarti Anda mempercayakan 100% pekerjaan servis AC itu padanya. Sesekali cobalah tinjau pekerjaannya. Pastikan dia bekerja dengan benar, tidak asal bilang ini-itu rusak dan harus ganti. Belum tentu juga kita harus menuruti omongannya, karena berdasarkan pengalaman saya, onderdil AC biasanya bisa bertahan lebih dari 10 tahun (untuk AC yang bermerek internasional dan terkenal). Jadi sangat kecil kemungkinan ada komponen AC yang sudah aus atau harus ganti, padahal baru berumur 1-2 tahun.

Selain itu, setelah pekerjaan servis AC selesai, pastikan AC dapat berjalan dengan baik sebelum sang petugas pergi. Nyalakanlah AC dan biarkan selama 10 - 20 menit. AC yang baru diservis, biasanya akan jauh lebih dingin daripada sebelum diservis, dan perbedaannya baru dapat dirasakan setelah AC menyala selama 10 - 20 menit. Apabila setelah dinyalakan, tapi AC justru panas, mintalah sang petugas mengecek ulang kondisi AC. Kalau perlu, barengan dengan petugas itu mengecek saluran freon yang menyambung ke kompresor. Kalau tidak ada masalah, berarti ada kemungkinan terjadi kebocoran atau memang freon tersebut habis (freon biasanya baru habis setelah 5 tahun. Itu pun jika dinyalakan terus-menerus selama 6 - 8 jam sehari).

Jadi... Waspadalah....

Selasa, 10 November 2015

Penipuan dengan Mengaku Sebagai Polisi

Di mana pun di seluruh dunia, polisi merupakan sosok berwibawa yang sangat disengani. Tidak jarang jika berjumpa dengan seseorang yang mengaku sebagai anggota kepolisian, kita akan langsung takjub dengannya.
Polisi tidak saja dipandang sebagai pelindung masyarakat, tetapi beberapa polisi tertentu dianggap punya banyak jaringan yang memungkinkan beberapa pihak tertentu bisa memuluskan keinginannya dengan memanfaatkan jaringan polisi tersebut. Melihat banyaknya pihak yang mencari relasi dengan pihak kepolisian, para pelaku kejahatan kemudian menjadikannya sebagai celah untuk meraup keuntungan pribadi.

Dan muncullah aksi penipuan di mana para pelakunya mengaku-aku sebagai anggota Kepolisian dengan jabatan yang fantastis : Wakapolri, Kadiv Propam Polri, Kepala Korps Polri, Kapolda, dan lain-lain. Untuk meyakinkan calon korbannya, para pelaku kerap menggunakan atribut kepolisian. Atribut tersebut dengan mudah dapat mereka dapatkan di pasar-pasar grosir yang menjual pakaian dan perlengkapan kepolisian. Untuk menakut-nakuti korbannya, tidak jarang mereka juga memamerkan senjata api mereka (yang seringkali merupakan senjata mainan yang kelihatan asli dari jauh).

Hingga hari ini, sudah banyak pelaku yang mengaku-aku sebagai polisi dan melakukan tindak penipuan. Salah satunya yang paling anyar adalah kasus Ony Suryanto yang baru-baru ini (18 Agustus 2015) ditangkap karena melakukan penipuan degnan berpura-pura menjadi polisi. Menurut Komisionaer Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Hasibuan, Ony sudah beberapa kali ditangkap karena kasus serupa. Dia sudah beberapa kali melakukan penipuan dengan berpura-pura sebagai anggota kepolisian berpangka Wakapolri, Kadiv Propam Polri, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Kapolda, bahkan Pejabat BNN dan Direktur Intelijen Polda Jawa Tengah.

Ony pun tergolong penipu yang sangat cerdas dan sangat licin. Dia tahu dengan detil semua istilah di dunia kepolisian. Tidak hanya itu, di ponselnya tersimpan banyak nomer telepon para pejabat kepolisian di seluruh Indonesia, berserta Ajudan serta anak buahnya. Gaya bicaranya pun sangat meyakinkan seperti layaknya pejabat kepolisian, sehingga tidak seorang pun yang akan menduga kalau dia adalah seorang penipu.
Polisi Gadungan yang Tertangkap
Modus yang dilakukan Ony biasanya adalah sering menghubungi para pejabat kepolisian atau pihak tertentu - dengan mengaku dirinya salah seorang Pejabat Kepolisian - dan menjelaskan kalau dia sedang akan melakukan kegiatan di suatu daerah. Untuk itu dia butuh fasilitas atau dana untuk melancarkan kegiatan itu. Guna meyakinkan calon korbannya, Ony sering mencatut nama-nama pejabat keposian tertentu yang disebutnya turut mendukung atau menjadi tamu undangan acara itu. Biasanya orang tersebut akan langsung percaya, dan segera mentransfer uang kepadanya.


Tidak hanya di dunia nyata, penipuan dengan mengaku-aku sebagai anggota kepolisian juga terjadi di dunia maya. Bulan Maret 2015 silam, seorang pria berinisial HH diringkus jajaran Polda Bengkulu setelah dilaporkan warga Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu setelah dia melakukan penipuan melalui akun Facebook.

Lewat akunnya, HH mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Iptu yang bertugas di Polda Medan, Sumatera Utara, kemudian melancarkan penipuan kepada korbannya (wanita). Setelah berkenalan dengan korban, HH kerap meminta uang kepada sang korban yang katanya digunakan untuk proses transfer pindah dinas agar bisa dekat dengan lokasi sang korban. Setelah uang ditransfer, HH langsung tidak bisa dihubungi.

Selain menipu, oknum yang berpura-pura menjadi polisi juga kerap melakukan tindakan pengancaman dan pemerasan, terutama kepada orang-orang yang diketahuinya punya reputasi kurang baik. Hal ini terjadi pada Sevri Agus Darmanto yang bulan Juni 2015 silam ditangkap Polda Metro Jaya beserta Paminal (Pengamanan Internal) Mabes Polri, setelah mengaku-aku sebagai Komisaris Besar (Kombes) Polda Metro Jaya dan berjanji akan membereskan kasus kriminal korbannya asal diberi sejumlah uang tertentu. Dalam melakukan aksinya, Sevri kerap melakukan pemerasan disertai ancaman, sehingga mau-tidak mau korbannya menuruti kemauannya.

Polisi Gadungan yang tertangkap setelah melakukan penipuan
Modus lain yang kerap dilakukan oleh para penipu adalah berpura-pura sebagai polisi dan meneleponi calon korban. Kepada calon korban, penipu mengaku sebagai Anggota Dinas Narkoba dan telah menahan anak sang korban karena dia menyimpan sejumlah narkoba. Sang penipu mengatakan akan melepaskan anak sang korban setelah korban mentransfer sejumlah uang.
Biasanya dalam kondisi panik, banyak korban tidak melakukan pengecekan keberadaan anaknya, dan langsung mentransfer uang agar anaknya dibebaskan.Kejadian ini sudah menimpa banyak orang, termasuk Presenter Terry Putri.

Presenter Terry Putri
Bulan September 2015 silam, keluarga Terry Putri ditipu pihak tidak bertanggung jawab yang menelepon mereka dan mengaku-aku sebagai Polisi Narkoba. Dia mengatakan kalau adik Terry Putri ditahan karena tertangkap tangan menyimpan narkoba. Sang penipu berjanji akan melepaskan adik Terry asal mereka dibayar Rp 30 juta. Tanpa berpikir panjang, Terry segera mentransfer uang kepada sang penipu. Nyatanya adik Terry tidak pernah ditahan dan tidak pernah tersangkut urusan narkoba. Terry baru menyadari kalau dia sudah jadi korban penipuan.

Dengan maraknya penipuan di mana sang penipu mengaku-aku sebagai anggota Polisi, ada baiknya kita lebih hati-hati dan waspada. Jangan mudah termakan ucapan oknum yang mengaku-aku polisi dan dapat membantu memuluskan urusan atau membereskan masalah kita. Jika ada orang yang melakukan hal itu, lebih baik lakukan pengecekan ke dinas kepolisian setempat. Itu jauh lebih baik, daripada Anda jadi korban penipuan berikutnya.

Senin, 09 November 2015

Penipuan Salah Transfer di Ruang ATM

Pernahkah Anda mengamati ada orang yang tiba-tiba heboh di ruang ATM gara-gara dia salah transfer, lalu meminta tolong orang di ruang tersebut untuk mentransfer uang ke nomor rekening yang seharusnya, dengan iming-iming akan mengganti uang transfer Anda dengan uang tunai? Well... hati-hati... Karena Anda sedang diincar untuk menjadi korban penipuan.

Ya... beberapa waktu lalu, saya sempat melihat hal itu. Memang bukan saya calon korbannya, tetapi orang di sebelah saya, yang kebetulan sedang bertransaksi di mesin ATM.

Ceritanya, seorang pria di sebelah saya sedang melakkan transaksi di sebelah saya. Tiba-tiba orang di sebelah pria tersebut menepuk jidatnya dan berseru nyaring, mengejutkan orang-orang di dalam ruang ATM yang cukup besar itu. "Waduh...!!! Salah transfer!!"

Orang tersebut kemudian melirik kiri dan kanan, seolah panik dan mulai meminta bantuan orang-orang. Dan yang jadi sasarannya adalah pria di sebelah saya. Orang tersebut mengatakan kepada pria di sebelah saya kalau dia salah transfer. Dia kemudian minta tolong pria itu untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang seharusnya, lalu mengganti uang pria itu dengan uang tunai miliknya.

Meski ada rasa iba dan niat untuk membantu, tapi ada baiknya jika kita tidak menolong orang yang salah transfer tersebut. Mengapa? Karena orang tersebut sedang melakukan aksi penipuan.

Ya, ini bentuk penipuan yang sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir, dan hingga kini masih dipraktikkan. Pelaku memang cukup berani melakukan aksi ini, karena tindakannya "tidak kasat mata" dan terlihat sebagai aksi penipuan. Bahkan caranya bisa menarik iba orang, sehingga tanpa sadar mereka akan membantu Sang Pelaku. Apalagi dengan banyaknya saksi mata di dalam Ruang ATM, tidak akan ada yang bisa mengatakan tindakan Sang Pelaku adalah tindakan penipuan.

Modusnya adalah seperti begini :
Sang Pelaku akan ke Ruang ATM dan berpura-pura salah transfer. Setelah itu - dengan alasan terburu-buru dan tidak sempat setor tunai, tidak bisa urus pemblokiran di bank, dan uang di rekeningnya tidak cukup - dia akan meminta orang di dalam ruang ATM untuk membantunya mentransfer  uang ke rekening yang "seharusnya". Nantinya dia akan ganti uang orang tersebut dengan uang tunai, plus uang tambahan sebagai tanda terima kasih telah membantunya.

Nyatanya uang tunai yang diberikan si pelaku adalah uang palsu. Dan setelah "membantu" mentransfer uang, maka hilanglah sudah uang Anda.

Karena itu, jika ada orang yang minta tolong mentransfer uang karena dia salah transfer, Anda bisa acuhkan dia. Bahkan jika perlu, mintalah dia untuk menghubungi pihak Bank untuk proses pengurusan pemblokiran transfer. Jangan tergoda dengan iming-iming sejumlah uang yang ditawarkannya karena itu adalah uang palsu.


Modus Penipuan Salah Transfer Uang

Belakangan ini, muncul sebuah aksi kejahatan yang terbilang cukup kreatif. Pelaku kejahatan berpura-pura salah transfer uang, kemudian meminta kita (calon korban) untuk mengembalikan uang yang dia salah transfer. Aksi ini sebenarnya sudah terjadi sejak setahun kemarin. Karena tidak banyak orang tahu, maka tidak sedikit yang akhirnya menjadi korban penipuan.

Cara yang dilakukan pelaku adalah seperti ini :
Pelaku Kejahatan melakukan transfer uang ke sebuah rekening Bank. Setelah transfer, dia segera menghubungi Bank untuk segera memblokir transferan tersebut dengan alasan salah transfer. Pelaku biasanya melakukan aksinya di hari Jumat, beberapa saat sebelum jam kerja dan bank tutup. Mengapa? Nanti akan saya jelaskan alasannya....

Nah, setelah pemblokiran sukses dilakukan, pelaku menghubungi calon korbannya dan berpura-pura mengatakan kalau dia salah transfer, lalu meminta agar uangnya ditransfer balik.

Jika calon korban mengecek rekeningnya via Internet Banking, maka tampaklah kalau memang rekeningnya barusan menerima uang (Mutasi Rekening) sejumlah yang diberi tahu sang pelaku kejahatan. Jika sang calon korban punya rasa prikemanusiaan, dia akan langsung "mentransfer balik" uang tersebut ke rekening pelaku, tanpa menyadari kalau dia sudah dibohongi oleh Pelaku.

Nah, jika pelaku sudah memblokir transferannya, mengapa dalam Mutasi Rekening ada muncul laporan kalau kita menerima uang dari sang pelaku?

Seperti yang saya sebutkan di atas, Pelaku melakukan transfer dan pemblokiran di hari Jumat beberapa saat sebelum bank tutup. Hal ini dilakukan Pelaku karena dia memanfaatkan kelemahan sistem laporan online perbankan. Setiap transaksi di bank akan selalu tercatat, termasuk di Internet Banking. Masalahnya saat transaksi terjadi, nilai saldo yang muncul di Mutasi Rekening dan Informasi Saldo tidak selalu sama. Mutasi Rekening akan diproses dulu, barulah nilai informasi saldo disesuaikan belakangan.

Jika Calon Korban memeriksa Mutasi Rekening, maka memang benar "seolah-olah" rekeningnya memiliki kelebihan uang. Tapi jika dia memeriksa Informasi Saldo, maka dia akan temukan kalau saldonya tidak akan berubah. Hal ini terjadi, karena sesaat setelah transfer uang, Pelaku sudah memblokir transfer tersebut. Jadi meski tercatat sudah terjadi transaksi, tapi sebenarnya transaksi itu tidak pernah terjadi karena sudah dibatalkan oleh si Pelaku.

Sekali lagi, mengapa Pelaku melakukannya di Hari Jumat beberapa saat sebelum bank tutup? Itu tidak lain karena dia menutup kesempatan pihak bank melakukan klarifikasi transaksi, jika si Calon Korban mengecek ke bank. Selain itu, Pelaku akan menggunakan alasan yang menyentuh hati (seperti butuh uang tersebut untuk mengobati orang tua, biaya sekolah, dan lain-lain), sehingga terkesan dia punya keperluan mendesak dan butuh uang tersebut. Hal ini membuat Calon Korban mau-tidak mau "mentransfer balik" dulu uang Pelaku, dengan pertimbangan kemanusiaan. Padahal, kita tidak sadar kalau baru saja tertipu.

Pertanyaan selanjutnya : Bagaimana pelaku bisa tahu nomer rekening dan nomer telepon Calon Korbannya? Banyak cara yang bisa mereka lakukan. Salah satunya adalah dengan mendapatkan nomer rekening Anda dari bukti transfer yang dibuang di ruang ATM. Lho, kok bisa? Bisa saja. Ketika seseorang mentransfer sejumlah uang kepada Anda, biasanya akan ada slip bukti transfer. Nah, masalahnya banyak orang yang ceroboh dengan membiarkan bukti transfer itu begitu saja di Ruang ATM. Padahal slip tersebut bisa dipakai untuk tindakan kejahatan.

Dengan memiliki nama dan nomer rekening yang tertera di slip, Pelaku Kejahatan hanya tinggal melakukan pencarian di internet, dan dalam waktu singkat, informasi tentang Anda bisa diperoleh, termasuk nomer telepon dan alamat rumah Anda.

Karena itu, apabila Anda melakukan transaksi di ATM, alangkah baiknya jika slik bukti transaksi yang Anda peroleh dari ATM itu dibawa pulang dan tidak dibuang dekat mesin ATM, karena akan dapat dimanfaatkan untuk tindakan kejahatan.

Jika satu ketika Anda dihubungi seseorang yang mengaku "Salah Transfer", jangan segera mentransfer balik uang orang tersebut. Lakukan klarifikasi dan verifikasi dengan bank. Jika memang pelaku memang salah transfer, Anda bisa mengembalikan uangnya. Tapi jika memang tidak ada transferan, abaikan saja "rengekan" orang tersebut.





Minggu, 08 November 2015

Modus Kejahatan dengan Anak Kecil

Jika Anda - terutama para wanita - melihat seorang anak kecil tidak berdaya dan minta bantuan, sudah pasti akan langsung turun tangan membantu. Ya, wanita punya naluri keibuan yang selalu mudah trenyuh jika melihat anak kecil tidak berdaya dan butuh pertolongan. Inilah "kelemahan" wanita yang belakangan ini banyak digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk mengambil keuntungan dari wanita.

Belakangan ini, banyak pelaku kejahatan yangmelakukan kejahatannya dengan menggunakan anak kecil. Modusnya terbilang cukup sederhana :

Para pelaku kejahatan biasanya membayar seorang anak-anak untuk berpura-pura tersesat dan minta tolong kepada para wanita yang mereka jumpai. Kepada para wanita itu, anak tersebut akan berpura-pura tersesat dan minta bantuan wanita tersebut mengantarnya pulang. Karena tidak tega, kebanyakan wanita akhirnya setuju mengantar anak itu pulang. Namun ketika tiba di rumah anak tersebut, ternyata sang pelaku sudah menunggu di sana. Dan dia (tidak seorang, tetapi seringkali berkelompok) merampok, bahkan memperkosa hingga membunuh sang wanita.

Aksi ini sudah sering terjadi di kota-kota besar, dan korbannya selalu wanita. Hal ini wajar, mengingat - yang tadi saya bilang di atas - hati wanita sangat lemah dan mudah trenyuh melihat "penderitaan" anak-anak. Akibatnya, kelemahan mereka ini dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Sebenarnya  aksi demikian bukan hanya terjadi di Indonesia. Di luar negeri, aksi ini jauh lebih "hebat" lagi. Mereka bahkan memanfaatkan orang lanjut usia, orang-orang bermental terbelakang, bahkan orang-orang cacat, untuk bisa menjebak korbannya. Modusnya sama saja : Sang "Umpan" (orang lanjut usia, atau orang cacat) berpura-pura tersesat dan minta tolong diantar pulang. Ketika tiba di alamat yang dituju, orang yang mengantar akan langsung dirampok, bahkan tidak sedikit yang dibunuh.

Jadi... Waspadalah.... !!!

Jika Anda memang punya empati dan berniat membantu, ada baiknya ketika ada anak-anak yang meminta tolong Anda untuk mengantarnya pulang, lebih baik Anda membawa anak tersebut ke kantor polisi terdekat. Biarlah polisi yang mengantar anak itu pulang. Cara ini selain jauh lebih aman, juga Anda bisa lebih yakin dengan keselamatan anak tersebut. Hal serupa juga bisa Anda lakukan ketika ada orang lanjut usia atau siapapun yang meminta tolong Anda untuk mengantarnya pulang karena mereka "tersesat atau lupa jalan pulang". Bawalah mereka ke Kantor Polisi terdekat dan biarlah Pak Polisi yang mengantar mereka pulang.

Cara ini bukan menunjukkan Anda tidak punya rasa sosial atau perikemanusiaan, tetapi Anda pun harus waspada dan mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa menimpa Anda. Apalah artinya niat baik jika nyawa jadi taruhan?

Kamis, 05 November 2015

Bahaya Transaksi COD (Cash On Delivery)

Belakangan ini marak terjadi penipuan dalam jual-beli online, di mana barang sudah dikirim ke konsumen, tapi pembayaran tidak kunjung diterima penjual. Bahkan ada juga barang yang ditampilkan berbeda dengan barang aslinya, sehingga konsumen gigit jari.
 Karena masalah-masalah itu, seringkali orang kemudian memilih untuk melakukan pembelian COD (Cash On Delivery), di mana Penjual dan Pembeli bersepakat untuk bertemu langsung dan - jika harga dan barang sudah cocok - keduanya melakukan transaksi di tempat. Bagi mereka, cara ini paling efektif dan enak buat kedua belah pihak.

Tapi benarkah demikian?

Tidak juga.

Bahkan belakangan cara pembelian COD juga ditengarai berisiko tinggi pula, karena terjadi banyak kasus kejahatan saat transaksi COD berlangsung. Beberapa kasus - dan modus pelaku kejahatan - yang pernah terjadi adalah :

1. KASUS PERTAMA :
Calon Pembeli menghubungi Penjual, lalu mengajak ketemuan di terminal bis / kereta api, dengan alasan dia sangat tertarik membeli produk yang dijual tapi saat ini terburu-buru mau berangkat ke luar kota. Karena itu, dia mengajak ketemuan di stasiun dan melakukan transaksi di sana.

Ketika sang Penjual datang dan membawa barang yang ingin dibeli, sang Calon Pembeli akan memeriksa barang yang akan dibeli. Setelah yakin barang yang akan dibeli adalah barang bagus (sesuai yang diiklankan di Media Online), Calon Pembeli akan pura-pura lupa bawa uang (karena terburu-buru mau berangkat), dan mengatakan akan mengambil uang di ATM. Seringkali saat itu, Sang Penjual lupa / tidak sadar kalau barang yang akan dijualnya sedang dipegang oleh Calon Pembeli. Sehingga Sang Calon Pembeli - yang sudah membawa barang sang Penjual - akan langsung kabur, membiarkan Sang Penjual gigit jari.


2. KASUS KEDUA : 
Calon Pembeli menghubungi Penjual, kemudian mengajak ketemuan di sebuah tempat tertentu. Tapi diam-diam Calon Pembeli telah menyiapkan temannya untuk memeras Penjual. Jadi ketika mereka bertemu, dan saat Calon Pembeli memeriksa barang yang akan dibelinya, Teman Calon Pembeli akan keluar dari persembunyian dan menuduh Penjual telah mencuri barang miliknya.

Calon Pembeli dan temannya kemudian mengancam Penjual agar "mengembalikan" barang miliknya, serta meminta ganti rugi uang. Dalam beberapa kasus, ketika sang Penjual melakukan perlawanan, dia akan mengalami penganiayaan dari Calon Pembeli dan temannya. Bahkan ada yang dilukai senjata tajam oleh Calon Pembeli dan temannya. Untungnya hingga hari ini belum ada berita ada Penjual yang tewas akibat tindakan ini.


3. KASUS KETIGA : 
Kasus ini kebalikan dari Kasus Kedua : Calon Pembeli menghubungi Penjual untuk ketemuan di tempat tertentu. Diam-diam Penjual yang menyiapkan temannya untuk memeras Calon Pembeli. Jadi waktu mereka ketemuan, teman Penjual akan menuduh Calon Pembeli telah mencuri barang miliknya, dan meminta "mengembalikan" barang tersebut, serta ganti rugi sejumlah uang. Jika tidak, maka dia akan dipukuli.


4. KASUS KEEMPAT : 
Calon Pembeli dan Penjual ketemuan di tempat tertentu. Tapi sebenarnya barang yang dijual Penjual adalah barang rusak. Jadi ketika diperiksa, dan Pembeli menemukan barang yang akan dibelinya rusak, Penjual akan langsung menudul Calon Pembeli telah merusak barangnya. Dia akan meminta Calon Pembeli mengganti barang tersebut. Jika Calon Pembeli menolak, maka biasanya Penjual telah mempersiapkan teman-temannya, dan mereka langsung mengeroyok Calon Pembeli dan merampas semua barang berharga yang dibawanya.


5. KASUS KELIMA : 
Calon Pembeli dan Penjual ketemuan di tempat tertentu. Setelah ketemu dan melihat barang yang akan dibelinya cocok, maka Calon Pembeli pun akan membeli barang yang dijual tersebut. Dia kemudian akan membayar dengan CASH / Uang Tunai kepada Penjual. Masalahnya uang tersebut adalah UANG PALSU. Dan Penjual baru mengetahuinya ketika dia akan menyetorkan uang ke bank.


6. KASUS KEENAM :
Kebalikan dari Kasus Kelima : Calon Pembeli dan Penjual ketemuan di tempat tertentu. Setelah barang yang akan dibeli cocok, maka Calon Pembeli membayar barang itu dengan Uang Tunai. Tapi Penjual tidak mau menerima uang tunai, karena kuatir menerima uang palsu. Dia meminta Calon Pembeli mentransfer saja. Maka mereka berdua pun menuju ke ATM terdekat. Nah, pada saat Calon Pembeli akan mentransfer pembayaran, Penjual akan menodongkan senjata tajam dan merampok Calon Pembeli dengan memintanya mentransfer semua uang atau menguras isi rekeningnya. Meski ada Sekuriti di ATM, tapi jika perampokan dilakukan dengan senjata tajam, siapa yang berani berteriak?


Ngeri kan? Baik Calon Pembeli dan Penjual sebenarnya juga berpotensi mengalami tindakan kriminal yang berbahaya saat melakukan transaksi COD.

Meski demikian, kalau dipertimbangkan, COD masih tetap merupakan metode transaksi paling aman dalam dunia jual-beli online yang makin marak belakangan ini. Dan jika Anda memang harus melakukan transaksi COD, maka berikut ini adalah tips agar Anda terhindar jadi korban kejahatan :
1. Jika diajak bertransaksi COD, mintalah melakukan transaksi itu di DALAM BANK pada jam kerja. Mengapa? Karena  pada di dalam Bank ada sekuriti dan banyak saksi. Selain itu, semua aktivitas Anda terekam di semua CCTV yang terpasang di seluruh sudut bank. Jadi sudah dipastikan akan menimbulkan rasa aman, baik Calon Pembeli dan Penjual.

2. Ketika menerima uang dari Calon Pembeli, Penjual dapat langsung meminta bantuan Teller untuk memeriksa apakah uang yang diterimanya palsu atau tidak. Jika tidak, maka transaksi selesai.

3. Ketika memeriksa barang yang akan dibelinya (terutama alat elektronik seperti ponsel, Laptop, maupun televisi sekali pun), Calon Pembeli dapat meminta bantuan Sekuriti Bank untuk membantu memeriksanya (Sekuriti Bank menjadi Pihak Ketiga). Jadi kalau sampai barang yang diperiksa Calon Pembeli ternyata rusak, ada Saksi / Penengah yang bisa membuktikan kalau barang tersebut rusak karena Calon Pembeli, atau sejak awal sudah rusak (Penjual memang membawa barang rusak untuk mengkadali Calon Pembeli).


Ini tips dari saya, yang merupakan pengalaman pribadi serta masukan dari teman-teman. Anda punya tips lain untuk terhindar dari ancaman kejahatan saat melakukan transaksi COD? Yuk.... sharing yukk..... !!!


Penipuan SMS - "Mama Minta Pulsa"

Meski penipuan gaya ini tergolong "jadul" (karena sudah berlangsung sejak tahun 2010-an awal, dan banyak orang sudah tahu penipuan metode ini), tapi ternyata tetap saja masih ada orang yang terjebak dan tertipu oleh gaya penipuan konyol ini. Hal ini terbukti dari berita-berita yang saya baca, di mana hingga hari ini masih saja oknum yang menipu masyarakat dengan cara ini, dan masih banyak orang yang terjebak dan tertipu ulah sang oknum.

Teknik penipuan yang dilakukan sebenarnya tidak rumit-rumit amat. Sang pelaku mengirimkan SMS secara acak, yang intinya berpura-pura sebagai Ibu dari calon korban yang sedang bermasalah di polisi, dan kehabisan pulsa. Karena itu dia meminta "anaknya" untuk mentransfer pulsa agar sang Ibu bisa menelepon. Dengan alasan nomer telepon SMS yang dipakai adalah nomer orang lain, maka sang "Ibu" meminta "anaknya" tidak menghubungi nomer SMS tersebut.

Mungkin sebagian orang Indonesia - yang punya budaya di mana anak punya hubungan yang sangat dekat dengan Ibunya - ketika menerima SMS itu, mereka tidak pikir panjang dan mengikuti saja instruksi dari SMS tersebut. Dan karena bentuk penipuannya adalah permintaan pulsa, maka seringkali penerima SMS tdak terlalu ambil pusing karena tidak merasa merugi. Padahal, Anda tidak sadar kalau pulsa yang Anda transfer bisa digunakan oleh sang Pelaku untuk dijual dan dia mendapat uang dari jualan pulsa tersebut.

Banyak orang mengira kalau penipuan jenis ini dilakukan perorangan. Padahal penipuan ini ternyata merupakan sebuah jaringan besar yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu. Hal ini terungkap dari operasi yang dilakukan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya awal November 2015 ini yang berhasil menciduk komplotan pengirim SMS "Mama Minta Pulsa" di Cianjur serta sejumlah orang di Bandung. Meski komplotan itu melakukan aksinya di Jawa Barat, tapi ternyata Pemimpin Kelompok yang mengendalikan kegiatan operasional anggotanya tersebut tinggal di Kota Malili, Sulawesi Selatan.

Dari fakta ini, Anda bisa menangkap kalau penipuan gaya ini bukan penipuan kecil, tapi justru penipuan berskala besar yang melibatkan banyak orang yang tersebar di beberapa wilayah tertentu. Jadi meskipun polisi berhasil menangkap anggotanya yang tinggal di satu daerah, kegiatan penipuan ini masih terus bisa berjalan karena ada anggota di daerah lain yang akan segera mengambil alih. Dengan demikian, kejahatan seperti ini memang sulit diberantas karena sudah menggurita dan punya banyak jaringan yang tersebar di mana-mana.

Apabila Anda menerima SMS seperti ini, cara yang bisa Anda lakukan adalah segera mengontak Ibu Anda di rumah dan memastikan kalau SMS tersebut bukan dikirim oleh Beliau. Jika sampai Ibu Anda tidak bisa dihubungi, carilah informasi keberadaan beliau lewat teman-teman atau kerabat yang lain.






UNTUK ANDA KETAHUI : 
SMS meminta pulsa yang belakangan ini beredar tidak melulu dari "Ibu". Belakangan ada juga SMS bernada sama (meminta pulsa) namn dibuat seolah-olah dikirim dari orang terdekat kita, seperti Ayah, Adik, Kakak, bahkan Kekasih.

Lucunya, sang pengirim sama sekali tidak tahu latar belakang keluarga kita, sehingga menggunakan ucapan panggilan yang bukan ucapan panggilan kita kepada orang terdekat itu. Jadi tidak heran kalau teknik ini langsung ketahuan sebagai sebuah penipuan.





Rabu, 04 November 2015

Modus Penipuan, Pemerasan, dan Perampokan Sekaligus

Berhati-hatilah jika Anda berjalan sendiri di tempat sepi, karena seringkali di tempat seperti itu banyak pelaku kejahatan sedang mengintai. Masih mending kalau mereka hanya memalak. Kalau sampai gelap mata dan membunuh, nyawa Anda pun hilang. Karena itu, usahakanlah untuk tidak melintasi jalan sepi sendirian, agar tidak menjadi korban kejahatan. Kalau pun terpaksa melintasi jalan itu, mintalah beberapa orang teman untuk menemani.

Di beberapa wilayah di Indonesia saat ini sedang marak terjadi kasus penipuan dan pemerasan, yang diikuti dengan perampokan sekaligus. Untuk melancarkan aksinya, biasanya pelaku tidak sendirian, tapi bekerja sama dengan satu atau beberapa rekan yang lain.

Dalam menjalankan aksinya, biasanya mereka nongkrong di tempat yang sepi atau jarang dilewati orang. Ketika ada seseorang yang lewat di jalan tersebut, maka Pelaku Pertama akan menghampiri sang korban, dan menuduh (sambil marah-marah pada) Pelaku kalo dia memukul adiknya kemarin. Sebelum sang Pelaku sadar apa yang terjadi, Pelaku Kedua segera menariknya ke tempat yang lebih sepi. Kemudian keduanya mengeluarkan senjata tajam dan meminta Korban bertanggung jawab karena telah memukul adik Pelaku Pertama. Bentuk tanggung jawabnya - ya apa lagi - menyerahkan semua barang yang dimilikinya saat ini.

Aksi ini sangat meresahkan banyak orang, karena pelaku sering melakukan secara berkelompok dan dilakukan di tempat sepi dengan sasaran Korban yang berjalan sendirian di tempat tersebut,

Karena itu, guna mencegah aksi kejahatan yang mengancam hidup Anda, alangkah baiknya jika Anda tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat melewati jalanan sepi, baik siang maupun malam hari.


Modus Penipuan Menjual Harta Karun atau Barang Peninggalan Sejarah

Sebuah aksi penipuan baru-baru ini dilakukan oleh dua orang warga negara asing asal Tiongkok, Zhong Yu Hua dan Zhan Yu Zheng. Modus penipuan yang dilakukan kedua warga ini terbilang unik : menawarkan benda-benda bersejarah. Cara yang mereka lakukan terbilang unik :

Kedua orang tersebut beraksi dengan mencari korban di lokasi mal di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Kepada calon korban, mereka mengaku sebagai Pemburu Harta Karun, dan mereka baru saja menemukan banyak harta karun peninggalan sejarah, dan menawarkan barang tersebut kepada para korban. Jika secara kebetulan korbannya adalah penyuka barang koleksi (apalagi barang kuno), pasti akan mudah terpancing.

Harga yang ditawarkan sebenarnya cukup fantastis : sebuah patung "kuno" dinilai dengan harga Rp 800 juta. Jika korban tertarik, mereka bisa kasih harga diskon menjadi Rp 350 juta. Tentu saja penurunan harga yang begitu besar membuat banyak orang tanpa pikir panjang segera membeli. Tapi jangan senang dulu karena mendapat benda peninggalan prasejarah dengan harga murah. Jika Anda periksa dengan teliti, pasti akan segera tahu kalau produk yang Anda beli bukan barang prasejarah, karena usianya masih sangat muda (kurang dari setahun), dan harga aslinya pun tidak lebih dari Rp 100.000. Lebih gilanya lagi : Barang itu dijual bebas di toko-toko kelontong.

Penipuan ini telah memakan korban beberapa orang. Dan untungnya polisi cukup sigap merespon penipuan ini.

Tanggal 30 Oktober 2015 silam, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya berhasil membekuk kedua penipu tersebut, dan mendapatkan barang-barang bukti dari tangan pelaku, berupa 20 emas batang Tiongkok Kuno sepuhan, lima patung emas palsu, dan satu surat kuno palsu.

Penipuan E-mail Scammer

Di artikel sebelumnya (yang bisa Anda baca di sini) saya sempat menuliskan adanya persamaan antara SMS Curhat - yang belakangan ini marak beredar - dengan metode penipuan ala E-mail Scammer yang dilakukan beberapa oknum tertentu yang mengaku dari Nigeria.

Apa itu E-mail Scammer?

Contoh E-mail Scammer
Dalam bahasa Inggris, Scam adalah berita elektronik dalam internet yang isinya bersifat menipu atau membohongi orang yang menerima e-mail tersebut. Pengirim mengirimkan e-mail kepada pihak-pihak tertentu (biasanya orang yang tidak dikenalnya) dengan tujuan untuk menipu dan meraup keuntungan dari orang tersebut.

Aksi E-mail Scammer sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Puncaknya adalah di tahun 2010, ketika banyak surat eletronik - semua pengirimnya menyebutkan dirinya sebagai orang Nigeria - yang nyasar ke alamat e-mail orang di seluruh dunia. Begitu banyaknya E-Mail Scammer dari Nigeria, muncullah istilah "Nigerian Scam" atau "Nigerian 419 Scam" (angka 419 merupakan Pasal Hukum Pidana Internasional terkait Penipuan Media Elektronik / Cyber Crime Fraud). 

Meski pengirimnya berbeda-beda, tetapi isinya nyaris selalu sama :

Sang pengirim selalu mengaku sebagai orang terkaya di Nigeria, keturunan bangsawan atau pejabat negara Nigeria. Mereka kemudian menceritakan latar belakang keluarganya, di mana mereka adalah orang kaya, punya banyak harta, dan lain sebagainya. Kemudian mereka menceritakan tentang adanya masalah politik di Nigeria, yang membuat hidup mereka terancam. Dalam versi lain, mereka menyebutkan kalau harta mereka di dalam bank disita pemerintah. Mereka tidak bisa mengambil harta tersebut, kecuali ada pihak penjamin yang bisa menolong mereka.

Dokumen Palsu dari Penipu E-Mail Scammer
Mereka kemudian meminta bantuan Penerima E-mail untuk bisa menolong mereka. Jika kita setuju menolong, maka mereka biasanya meminta kita mengirimkan uang dengan nilai tertentu kepada mereka. Alasannya agar uang tersebut bisa digunakan sebagai jaminan, sehingga harta mereka yang tertahan di bank Nigeria dapat cair. Jika uangnya cair, mereka bersedia membagi harta mereka dengan kita sebagai 20 - 80% di mana nilai yang "mungkin" kita terima adalah US$ 3 milyar. Menggiurkan sekali, bukan?

Tawaran menggiurkan inilah yang pada akhirnya membuat banyak orang tergoda, dan jatuh dalam perangkap si Penipu. Setelah kita mentrasfer uang, maka sang penipu pun hilang tak tentu rimbanya. Percuma Anda mencari dia, karena sudah pasti tidak akan ketemu.

Interpol Internasional sebenarnya tidak tinggal diam. Sudah banyak Scammer ditangkap. Pelakunya ternyata tidak melulu penduduk Nigeria, tetapi juga tinggal di Perancis, Amerika Serikat, dan Kanada. Dan uniknya, semua berkulit hitam. Guna mencegah semakin banyak korban berjatuhan, Interpol sebenarnya sudah menyosialisasikan informasi Bahaya Penipuan E-Mail Scammer ini. Meski demikian, tetap saja masih banyak korban berjatuhan.
Cek Palsu yang Dikirim Pelaku E-mail Scammer kepada Calon Korban

Mengapa sampai banyak orang yang masih tertipu dengan penipuan seperti ini?

Salah satu alasannya adalah : KESERAKAHAN.

Ya, sifat buruk manusia yang satu inilah yang membuat banyak orang mudah tertipu oleh sang Penipu. Apalagi makin hari, mereka makin canggih dalam melakukan penipuan. Guna meyakinkan calon korban, Sang Penipu bahkan bisa membuat Cek dan mengirimkannya kepada calon korban. Dia juga bisa membuat dokumen-dokumen palsu (termasuk Surat Rekomendasi Presiden sekalipun....!!), guna meyakinkan calon korban kalau mereka "beneran" orang kaya dan terhormat di negaranya.

Dokumen Kepresidenan yang dibuat Pelaku E-Mail Scammer
Parahnya, banyak calon korban yang mengajak penipu ini ketemuan. Ini adalah tindakan sangat berbahaya, karena Sindikat Penipu E-Mail Scammer sebenarnya adalah sindikat berbahaya yang tidak segan-segan membunuh orang yang berusaha dekat dengan mereka. Sudah ada pula korban yang terwas dibunuh oleh para sindikat ini setelah mereka memaksa bertemu dengan sang penipu tersebut.

Oleh karena itu, waspadalah....!!

Satu-satunya cara agar terhindar dari penipuan cara ini adalah : Tidak menanggapi E-mail Scammer yang Anda terima. Cukup masukkan ke dalam Spam dan blok e-mail address mereka. Kalau perlu, laporkan e-mail yang anda terima kepada Dinas Kepolisian yang menangani Cyber Crime. Jangan pernah menanggapi e-mail yang Anda terima dari penipu tersebut.

Selasa, 03 November 2015

Modus Kejahatan via SMS - Undian Berhadiah

Salah satu penipuan "klasik" dengan SMS adalah pelaku mengirimkan pesan kepada calon korban kalau dia telah menang undian yang diadakan sebuah instansi tertentu (bisa dari bank, perusahaan telekomunikasi, perusahaan kendaraan bermotor, atau bahkan perusahaan consumer-goods ternama).

Seperti penipuan SMS pada umumnya, sang penipu akan mengirimkan SMS yang menyatakan kalau sang calon korban terpilih sebagai salah satu pemenang dari undian yang diadakan oleh sebuah perusahaan. Lalu sang calon korban diminta menghubungi nomer tertentu untuk verifikasi hadiah. Bahkan untuk meyakinkan calon korban, ada juga penipu yang membuat "website" abal-abal sehingga undian tersebut seolah tampak asli.

Ketika calon korban menanggapi dengan menghubungi nomer telepon atau masuk ke website tersebut, dia akan diminta sang penipu untuk menyetorkan sejumlah uang ke rekening sang penipu. Alasannya macam-macam : Untuk bayar PPN, biaya administrasi, biaya meterai, biaya mengeluarkan barang dari gudang, dan lain-lain. Jika Anda mentransfer uang kepada sang penipu, maka siap-siap saja gigit jari, karena hadiah tidak akan pernah Anda peroleh.

Penipuan gaya ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Seingat saya, penipuan via SMS sudah dimulai sejak awal tahun 2000. Meski banyak orang yang sudah tahu dengan teknik penipuan jenis ini, tapi ada saja orang yang masih terjebak dan tertipu. Mereka tidak hanya kehilangan ratusan ribu, tapi bahkan jutaan rupiah.


CARA MENGHINDARI PENIPUAN :
Untuk menghindari penipuan jenis ini, pastikan :
1. Jika Anda dihubungi telepon oleh seseorang yang menyatakan Anda menang undian atau hadiah tertentu, pastikanlah Anda memang pernah mengikuti undian atau hadiah tertentu.

2. Setelah mendapatkan informasi kemenangan Anda, segera cari nomer telepon perusahaan yang "diaku-aku" sang penelepon sebagai penyelenggara undian, dan lakukan klarifikasi terkait kemenangan Anda tersebut.

3. Jika Anda diminta mentransfer uang tertentu sebagai "pengganti" hadiah, jangan tanggapi. Saat ini, semua hadiah undian selalu GRATIS. Bahkan pajaknya pun biasanya ditanggung oleh pihak penyelenggara undian, sehingga tidak ada kewajiban peserta untuk membayar biaya apapun.

4. Jika Anda diajak ketemuan di tempat tertentu (bukan di kantor tempat perusahaan penyelenggara acara undian) untuk mengambil hadiah, jangan layani. Ada beberapa kasus di mana sang korban diajak ketemuan di satu tempat untuk mengambil hadiah, tapi ternyata di sana dia malah dirampok. Masih untung tidak dibunuh oleh sang penipu.



CARA MENGIDENTIFIKASI WEBSITE PALSU : 
Untuk meyakinkan calon korban, para penipu sering membuat website undian berhadiah dan mencantumkan nama calon korban sebagai pemenang undian tersebut. Bagi orang awam yang gaptek alias tidak paham dengan perkembangan zaman, pasti akan mudah tertipu.

Sebelumnya, perlu Anda ketahui bahwa di dunia maya terdapat banyak sekali website yang menawarkan domain atau website gratis, di mana seseorang bisa membuat website (entah perusahaan atau website untuk kepentingan pribadi) tanpa bayar alias GRATIS. Nah, biasanya penipu selalu menggunakan fasilitas gratisan ini untuk membuat Website Undian Berhadiah. Kalau perusahaan resmi tidak akan pernah menggunakan website gratisan, karena akan sangat menjatuhkan nama perusahaan.

Biasanya website resmi sebuah perusahaan selalu menggunakan domain dengan diakhiri domain ".com",".co.id", atau ".org". Misalnya :

www.wikipedia.org
www.indosat.com
www.toyota.astra.co.id

Sedangkan website gratisan selalu menggunakan domain yang diakhiri dengan nama website domain tersebut, seperti ".blogspot.com", ".wordpress.com", ".jimdo.com", ".webs.com". Misalnya  :

www.gebyar-undianpoin.webs.com
www.rejekibri.jimdo.com
www.indosat-pointplus.blogspot.com

Jika Anda menerima SMS yang menyebutkan Anda pemenang undian tertentu, dengan disertai website website gratisan, sebaiknya tidak perlu Anda tanggapi. Itu sudah jelas-jelas penipuan.

Modus Kejahatan

Kejahatan makin marak terjadi di sekitar kita. Bentuknya makin hari makin beragam dan pelakunya makin cerdas alam melakukan aksinya. Bahkan dalam beberapa kasus, korban sendiri bisa dibuat tidak sadar kalau telah menjadi korban tindakan kriminal.

Melihat kondisi itulah, maka saya berpikiran untuk membuat blog ini. Tujuannya sederhana : memberikan gambaran kepada masyarakat tentang modus dan aksi kejahatan yang marak terjadi saat ini, bagaimana aksi itu dilakukan pelaku, dan bagaimana terhindar dari tindakan kejahatan itu.

Meski menjelaskan berbagai modus kejahatan, blog ini tidak dimaksudkan untuk memprovokasi orang melakukan kejahatan. Sebaliknya, ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya di sekitarnya, dan membuat mereka - dan juga kita - makin waspada.

Jadi... waspadalah, dan selalu berhati-hati. Karena kejahatan mengintai kita setiap saat...